Talkshow: Bagaimana Cara Memperoleh Dana Kredit Untuk Rakyat

May 5, 2008 by redaksi 

Universitas Gunadarma menyelenggarakan Talkshow Bagaimana Cara Memperoleh Dana Kredit Untuk Rakyat yang diselenggarakan pada 8 April lalu di Auditorium Kampus D Universitas Gunadarma. Acara ini merupakan kerjasama dengan asosiasi UKM (Usaha Kecil Menengah) Depok dengan Kantor Koperasi UKM. Selain talkshow, di tempat yang sama diselenggarakan pula bazar produk para pengusaha UKM di Depok yang cukup menyita perhatian.
Universitas Gunadarma sebagai institusi pendidikan sangat menaruh perhatian pada UKM. Ini merupakan wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Selaku tuan rumah, Pembantu Rektor IV Universitas Gunadarma Dr. Didin Mukodim, MM dalam sambutannya menyebutkan rasa bersyukurnya atas kegiatan yang bisa diselenggarakan di kampus UG. Selain itu ia juga mengucapkan selamat datang kepada para hadirin yang mayoritas merupakan para pengusaha UKM di lingkungan Depok.

Sekitar 200 ribu UKM.
universitas Gunadarma sebagai kampus yang berbasis Teknologi Informasi terus mengembangkan  diri ke arah terwujudnya visi Tri Dharma Perguruan Tinggi tadi. Dalam hal ini adalah pengabdian pada Masyarakat melalui pengembangan UKM. Didin pun menyebutkan tentang peran Teknologi Informasi dalam pengembangan usaha yang saat ini begitu penting. Kalau masyarakat Depok sendiri saja baru tahu sedikit mengenai UKM yang ada di lingkungannya, kini dengan Teknologi Informasi, yang akan tahu bukan hanya lingkungan Depok tapi juga semua tempat di belahan dunia. “Akhirnya kita pun bisa melakukan ekspor,” jelas Didin. “Dengan informasi itulah maka produk tersebut bisa diketahui secara lebih luas.”Untuk mengembangkan diri, UKM perlu bekerjasama secara sinergi dengan institusi lain. Misalnya saja bagaimana memperoleh dana yang disebut Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selama ini informasi yang diperoleh oleh kebanyakan para pengusaha UKM belum banyak, bahkan tak dimengerti sama sekali.  Selain itu Didin Mukodim juga menyebutkan, bukan hal yang tak mungkin juga ada semacam kerjasama antara perbankan dengan mahasiswa. “Misalnya ada mahasiswa yang memiliki kesulitan keuangan dan sebagai solusi bank bisa memberi pinjaman yang bisa dicicil setelah mahasiswa tersebut lulus dan bekerja,” katanya. “Mengenai tata cara peminjaman dan pembayarannya itulah yang bisa dipikirkan bersama.”

Pada kesempatan itu Didin juga menyebutkan keberadaan Program  Diploma Tiga Bisnis dan Kewirausahaan  yang ada di Universitas Gunadarma. Program tersebut sudah mengenalkan mahasiswanya untuk memulai usaha secara kecil-kecilan. Karena itu keberadaan program studi tersebut juga memerlukan bantuan yang harus dipertimbangkan misalnya bagaimana mengelola suatu usaha dan bagaimana agar mencapai keberhasilan. Didin berharap kegiatan yang dilaksanakan bukan terbatas sampai hari ini saja, namun bisa mencapai hal-hal yang positif lainnya. Acara tersebut merupakan talkshow dan bukan seminar, agar komunikasi yang terjalin menjadi 2 arah sehingga apa yang di hasilkan bisa dimanfaatkan oleh mereka yang hadir, utamanya bagi kemajuan usaha yang sudah dirintis.Kepala Kantor Koperasi UKM Kota Depok Drs. Ahmad Soleh, MM menyebutkan, selaku pihak pemerintah ia mengucapkan terima kasih kepada Universitas Gunadarma dan Asosiasi UKM Depok atas partisipasinya dalam usaha membangun UKM ke depan.Kata Ahmad Sholeh, partisipasi Universitas Gunadarma bukan kali ini saja. ”Partispasi yang sudah dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” katanya. Misalnya saja UKM diberi pembekalan bagaimana membangun website. “Dengan partispasi secara bersama ini, saya juga merasa agak ringan dalam tugas membangun UKM,” tandasnya. “Karena berbicara masalah UKM yang ada di Depok jumlahnya sekitar 200 ribu.” Menjadi UKM adalah usaha yang paling mudah dilakukan pada kondisi-kondisi tertentu. “Banyak yang melakukannya karena berbagai alasan. Ada yang karena PHK, kecelakaan, ada juga yang meneruskan usaha orang tua,” katanya.

Berbagai kalangan
UKM adalah bidang yang paling mungkin dilakukan ketika sulit mencari pekerjaan atau sudah pensiun namun tetap ingn memiliki penghasilan. Karena itulah latar belakang UKM, kata Ahmad Soleh, berasal dari berbagai kalangan. “Bahkan ada juga yang tidak punya latar belakang bagaimana mengelola usaha dengan baik,” ujarnya. “Mereka melakukannya mengikuti feeling saja.”Karena itulah sangat banyak yang usahanya masih lokal-lokal saja dengan manajemen yang terbatas. Misalnya saja tanpa pembukuan dan tak memisahkan antara keuangan usaha dan rumah tangga. “Akhirnya ada keluhan, kok enggak pernah untung. Padahal karena lebih besar pasak dari tiang,” katanya.Maka ia berharap dengan kerjasama ini kelemahan-kelemahan yang ada di kalangan pengusaha UKM dapat ditekan. Selain itu, juga masalah permodalan yang seringkali jadi kendala para pengusaha UKM.Ia berharap dengan talkshow ini masyarakat dapat mengetahui bagaimana memperoleh Kredit Usaha untuk Rakyat yang selama ini sering jadi pertanyaan besar. Karena katanya kredit tersebut ada, namun susah didapat. Itulah kesan yang melekat di masyarakat.Karena itulah, talkshow yang menghadirkan pihak perbankan pemberi kredit, bisa dimanfaatkan untuk menggali informasi selengkap-lengkapnya. Ia lalu kembali mengatakan salut kepada UG yang melakukan pengabdian sangat real yang bukan hanya ngomong saja. “Saya sangat menghargai Gunadarma yang mau mengelola UKM ,” katanya mengakhiri sambutan.

Acara talkshow pun dimulai dengan moderator Direktur Program Diploma Tiga Bisnis dan Kewirausahaan Universitas Gunadarma Dr. Aris Budi Setiawan. Pembicara lainnya adalah Hario Widarso dari Kementerian KUKM Republik Indonesia, tim dari Bank Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia.Pada kesempatan itu dijelaskan soal Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai fasilitas penjaminan kredit dari pemerintah yang diluncurkan pada 5 November 2007. Bank Pelaksana yang menyalurkan KUR adalah Bank BRI, Bank BNI, Bank BTN, Bank Syariah Mandiri dan Bank Bukopin.KUR ini merupakan fasilitas pembiayaan yang dapat diakses oleh KUKM dan koperasi, terutama yang memiliki usaha yang layak namun belum bankable. Maksudnya adalah usaha tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan.UKM dan koperasi yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif di antaranya pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan dan jasa keuangan simpan pinjam.

Tujuan akhir diluncurkan Program KUR adalah meningkatkan perekonomian, pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja. Secara umum skema KUR yang disepakati Bank Pelaksana dengan Perusahaan penjamin dan pemerintah adalah nilai kredit maksimal Rp 500 juta per debitur, bunga maksimal 16% per tahun (efektif), pembagian resiko penjaminan peruasahaan penjaminan 70% dan bank pelaksana 30%, penilaian kelayakan terhadap usaha debitur sepenuhnya menjadi kewenangan bank pelaksana dan UKM dan Koperasi tidak dikenakan Imbal Jasa Penjaminan (IJP).Cara mengakses KUR adalah dengan menghubungi Kantor cabang/Kantor Cabang pembantu Bank Pelaksana terdekat, memenuhi persyaratan dokumentasi sesuai dengan yang ditetapkan Bank Pelaksana, mengajukan surat permohonan kredit/pembiayaan. Kemudian bank pelaksana akan melakukan penilaian kelayakan. Bank Pelaksana berwenang memberikan persetujuan atau menolak permohonan kredit.

Persyaratan calon debitur yang dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat adalah individu (perorangan/badan hukum), kelompok, koperasi yang melakukan usaha produktif dan memenuhi syarat di antaranya legalitas perorangan dan badan Usaha/Hukum individu dengan KTP dan Kartu Keluarga, Kelompok dengan Surat Pengukuhan Instansi terkait/Surat Keterangan Usaha dari Lurah/Kepala Desa dan atau akte  Notaris, Koperasi dengan AD/ART beserta perubahannya dan Badan hukum lain sesuai ketentuan yang berlaku.Perijinan usaha untuk kredit dengan plafond s/d Rp100 juta, ijin usaha di antaranya TDP, SIUP dan SITU, dapat digantikan dengan Surat Keterangan Usaha dari kepala Desa/Lurah. UKM dan Koperasi yang baru memulai usaha minimal telah berjalan selama 6 bulan. Jenis Kredit dan Jangka Waktu Kredit untuk modal kerja maksimal 3 tahun, investasi jangka waktu maksimal 5 tahun. Namun karena usaha seseorang baru bisa dilihat prospeknya setelah 1,5-2 tahun maka jangka waktu itulah yang dipertimbangkan. Salah satunya adalah dengan melihat catatan melalui transaksi melalui bank.

Sistem Informasi Debitur.
Selain itu ada juga yang disebut Sistem Informasi Debitur (SID) yang sudah on line dengan semua perbankan dan perusahaan finansial. Maka bila ada debitur yang kreditnya ditolak, boleh jadi karena ia masih punya cicilan macet yang belum dibayar. “Meski mungkin jumlahnya tak seberapa namun ini membuat kredit kita yang jumlahnya jutaan, puluhan juta bahkan mungkin ratusan juta bisa ditolak,” ujar pembicara dari Tim Bank Indonesia.
Karena itulah ia mengingatkan agar berapa pun jumlah cicilan, agar dijaga kelancarannya karena sekali macet, ”Bisa diketahui oleh semua bank,” katanya.Namun ada juga yang kreditnya ditolak karena jumlah yang diajukan tidak layak. Dalam arti jumlah yang akan dikredit bisa jadi terlalu besar ketimbang usaha yang tengah dijalaninya. “Modal yang dibutuhkan sebenarnya hanya 10 juta namun mengajukan 100 juta ya ini bisa ditolak karena tak layak,” tambahnya.Ia juga mengingatkan, setiap bank pelaksana memiliki gaya yang berbeda-beda. Misalnya BTN yang focus di property, BRI usaha kecil di desa, BNI pada usaha yang lebih industri dan sebagainya. Maka bila permohonan kita ditolak oleh sebuah bank bukan berarti semua bank akan menolak. Kredit yang sana bisa diajukan ke bank lain. miftah Budiman dari P3UKM Bank Indonesia menyebutkan, lembaga ini semacam klinik bagi para UKM dan koperasi untuk berkonsultasi mengenai pengembangan UKM. “Selama ini banyak yang bertanya, bagaimana mencapai UKM yang baik dan sehat dan juga mengapa banyak UKM sekarat,” katanya.

Para pembicara talkshow tampaknya sengaja tidak memberikan paparan secara detil untuk memberikan kesempatan kepada para hadirin untuk bertanya. Hal itupun tidak disia-siakan oleh mereka yang datang. Para pengusaha UKM yang hadir segera saja mengajukan berbagai pertanyaan, begitu kesempatan diberikan.Seorang pengusaha menanyakan, karena pembayaran dari pembelinya melalui giro, seringkali ia merasa kesulitan karena setiap minggu harus membayar gaji pegawainya. “Bisa tidak kita meminjam uang untuk menggaji pegawai,” tanya.Ada juga yang mengusulkan tentang jaminan berupa sertifikat diganti dengan ijazah saja. Sementara itu, seorang  wakil dari koperasi angkutan kota,  mempertanyakan kemungkinan mendapat kredit untuk kendaraannya.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para peserta tersebut dijawab para pembicara secara jelas dan gamblang. Meski ada juga hadirin yang kecewa karena usulannya ditolak, setidaknya peserta sudah mendapat informasi sejelas-jelasnya.Rita Apriyanti selaku Sekretaris Asosiasi UKM Depok menyebutkan, meski jumlah UKM di Depok tak terhitung namun organisasi ini baru 2007 lalu dibentuk. “Kegiatan ini ditunggu-tunggu para peserta. Karena selama ini mereka merasa kurang mendapat informasi yang jelas mengenai KUR,” katanya.Melalui acara ini ia berharap peserta menjadi lebih paham mengenai KUR dan bisa memutuskan dan mempertimbangkan apakah akan mengajukan kredit atau tidak.Usai talkshow, mereka yang datang pun tak membuang kesempatan untuk melihat-lihat bazar yang letaknya tak jauh dari tempat acara berlangsung.
UG102

liputan.jpg

liputan2.jpg

liputan3.jpg

liputan4.jpg

liputan5.jpg

Comments are closed.