Dr. Nurma Nugraha – Menuntut Ilmu Tidak Dibatasi Ruang dan Waktu

Dr. Nurma Nugraha – Menuntut Ilmu Tidak Dibatasi Ruang dan Waktu

Mencari ilmu tidak di batasi ruang dan waktu

216
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

 Dengan disertasi yang berjudul “Analisa dan Pengenalan Jenis Kurva Sebagai Dasar  Pengenalan Objek Dalam Citra”, ia lulus sebagai dokter di bidang teknologi informasi dengan nilai cumlaude. Sidang terbuka untuknya digelar pada mei 2016. Proses pencapaian gelar tersebut diakuinya memang cukup berat.”Tapi kuncinya, jika kita mengalami kesulitan jangan tinggalkan penelitian.” Dr. Nurma Nugraha. Setelah lulus, Nurma mengaku merasa senang karena segala kendala sudah dilalui. Tentang keberhasilanya meraih nilai cumlaude dia berujar,”Walau bukan target tapi nilai itu sebanding dengan usaha yang sudah saya lakukan”. Berusaha memang sudah saya lakukan sejak memulai pada bangku perkuliahan. Nurma yang belatar belakang Matematika ini saat S3, harus memperdalam bidang Teknologi Informasi. “Saat Kuliah  S3, saya tidak mendapatkan matrikulasi materi Teknologi Informasi sehingga harus belajar teori sendiri”, katanya.

Saat mulai mencari tema penelitian, ia harus berkerja keras. Ia sempat beberapa kali berganti tema. awalnya ia memilih yang ada hubunganya dengan tesisnya dulu, “mengenai fingerprint recognation”. Tapi karena menemukan beberapa kendala akhirnya saya mencari penelitian lain dengan cara melihat desertasi mahasiswa lain untuk melihat peluang tema apa yang dapat dikembangkan dari penelitian tersebut, tuturnya.

Tanpa Jeda

Proses studinya bisa dibilang tanpa jeda waktu dari S1, S2, dan S3. Nurma Mengakui waktu menjalani studi tersebut, ia pun mengalami rasa jenuh,”tapi sekarang setelah semuanya terlewati saya malah bersyukur bisa melakukan semua itu”.

Walau telah berkerja keras, namun akhirnya ada saat ia harus berkomproni dengan kepentingan lain di tahun 2012, misalnya ia terpaksa tidak mengambil kesempatan magang penelitian di prancis bersama rekan-rekanya saat itu anaknya yang pertama yang baru berusia sau tahun sedang sakit.”Saya tidak tega meninggalkan dia sendiri karena masih sangat kecil.

Kendala yang ditemukaan saat mengerjakan penelitian “Analisis dan Pengenalan Jenis Kurva Sebagai Dasar Pengenalan Objek Dalam Citra”. Mengembangan Metode dan analisis pengenalan bagian kurva baik yang sederhana maupun yang rumit, dengan metode ini sangat mampu untuk mengidentifikasi tepian-tepian dalam bentuk kurva yang kompleks. Pada setiap pengenalan kurva dilakukan penelusuran kurva terhadap metode chain code arah. Untuk Mengatur keamanan antara dua buah kurva tersebut dilakaukan, course level simularity. Sebagai promotor saya adala Profesor Doctor Sarifuddin Madenda.”Komunikasi denganya sangat baik, saya melakukan bimbingan dan melaporkan penelitian seminggu dua kali, katanya”Meski Prof Sarif sedang di Kanada, laporan perkembangan penelitian dan bimbingan dapat dilakukan via Wa maupun email.” tuturnya.

Terkadang proses pembimbinganya tidak mengenal waktu. Nurma mengisahkan pada suatu kali bimbingan, karena perbedaan waktu 12 jam antara kanada dan indonesia. Jadi saya bimbingan melalu Wa pukul 8 sampai 12 malam, dan yang tak pernah hilang dari ingatan sampai kapanpun juga. Bapak selalu memberikan motivasi yang luar biasa terhadap saya. tuturnya.

Dengan ketua kompromotornya, yaitu Dr. Dewi Agushinta dan Dr. Emansuti, Hubungan selalu berjalan dengan baik.”Keduanya  juga selalu memberikan saya motivasi dan meluangankan waktu untuk bimbingan dan diskusi”. katanya.

Butuh Waktu dan Konsentarsi

Proses penelitian yang dirasa sulit adalah disaat pembuatan sebuah program.”Karena latar belakang saya matematika statistik yang tidak bisa membuat program”, katanya.”Maka butuh waktu yang lebih lama bagi saya untuk membuatnya.”

Selain butuh waktu lama, tentunya juga butuh konsentrasi tinggi. Agar kondusif Nurma selalu membuat program di pagi hari.”Karena untuk mengerjakanya butuh suasana yang tenang tanpa gangguan siapapun.” katanya.

Namun begitu, pada proses ini ia mengaku sempat down juga.” Terutama saat program yang yang dibuat tidak dapat berjalan dengan baik padahal deadline progres sudah didepan mata”. katanya. Bila di ingat-ingat proses mengejar gelar ini diakuinya memang cukup berat.”Tapi kuncinya, jika kita mengalami kesulitan jangan tinggalkan penelitian tersebut, justru kita harus mendatangi promotor atau kompromotor untuk meminta pencerahan.” tegasnya. Lakukan diskusi dengan promotor untuk melihat, menganalisis logika jalanya program dari awal.”

Di Samping itu, kesulitan lain yang ia hadapi adalah, bagaimana bisa membagi waktu antara bimbingan dan mengajar. Karena ia ingin semuanya bisa berjalan dengan baik.

Usai lulus dokter ia pun kembali mengajar. Ia Mengajar Matematika Dasar dan Matematika Informatika. Ia mengaku suka mengajar, terlebih bila mahasiswa yang diajar dapat diajak kerjasama dan antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar.

“Menurut saya, mahasiswa tak harus pintar pada setiap mata kuliah saya, yang penting mereka mau berusaha mengerti dan mengikuti kuliah dengan baik.” ujarnya.

Duka mengajar ia rasakan bila melihat hasil UTS mahasiswa yang tidak memuaskan. Artinya hanya sebagian materi kuliah yang ia berikan dapat di mengerti oleh mahasiswanya.

Matematika memang sering dianggap sebagai pelajaran susah oleh pelajar sekolah dasar hingga mahasiswa. Menurut Nurma hal itu dapat terjadi karenaa sejak awal siswa tidak mengerti dan tidak berani bertanya.”Sehingga terus-menerus tidak mengerti”, katanya.

Ada hikmah yang ia petik dari keberhasilanya meraih gelar doctor. Ia pun membuka lebar wawasan keilmuan dan menambah motivasi dirinya, ia pun semakin yakin, menuntut ilmu tidak dibatasi ruang dan waktu.

Kami selain mengajar, hal lain yang ingin tetap dilakukan usai lulus adalah melakukan pengembangan penelitian yang berkaitan dengan pengenalan cara berdasarkan kurva. UG

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS