Seminar Kesehatan “Kenali Kanker Serviks Gejala, Pencegahan dan Pengobatan”

Seminar Kesehatan “Kenali Kanker Serviks Gejala, Pencegahan dan Pengobatan”

199
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.
Program Studi Diploma II Kebidanan Universitas Gunadarma menyelenggarakan Seminar Kesehatan dengan tema “Kenali Kanker Serviks Gejala, Pencegahan, dan Pengobatan”. Acara yang merupakan kerja sama antara Universitas Gunadarma dengan RS. Mitra Keluarga Bekasi ini diselenggarakan di Auditorium Kampus J1 Kalimalan Bekasi pada Kamis (19/1).

Dalam sambutannya Ketua Pelaksan Kegiatan Dr. dr. Matrissya Hermita, Msi menyebutkan, kegiatan ini adalah langkah awal dari kerja sama antara Universitas Gunadarma dengan RS. Mitra Keluarga Bekasi yang tentunya diharapkan depat berlanjut dengan seminar lain dengan topik berbeda.

Tema seminar mengenai kanker serviks ini sangat penting karena semua perempuan beresiko mengidapnya. Saat ini kanker serviks merupakan pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Tiap hari di Indonesia ada 40 wanita yang terdiagnosa menderita kanker serviks dan 20 wanita meninggal karena kanker.

Keganasan kanker serviks di Indonesia juga karena banyak wanita yang belum mengerti mengenai gejala dan tanda – tanda kanker serviks. Isu mengenai kanker serviks sangat familiar namun sayangnya informasi yang ada masih banyak yang berupa mitos dengan berbagai informasi yang menyesatkan. Karena itulah Program Diploma III Universitas Gunadarma menyelanggarakan seminar semiinar tersebut agar bisa memberi pemahaman yang benar.

Seminar diikuti oleh 50 dosen dan 50 mahasiswa. “Meski kanker ini hantya diidap kaum wanita, namun saya lihat peserta seminar juga bukan hanya mahasiswi namun juga ada mahasiswa. Menurut saya info tentang hal ini memang sangat penting untuk juga diketahui pria agar bisa disampaikan kepada orang tua dan juga anggota keluarga lain.” Kata Matrissya seraya berharap peserta seminar bisa mendapat pemahaman yang benar mengenai hal ini.

Sementara itu dalam sambutan pembukaannya, Direktur Program Diploma III Kebidanan Prof. Dr. dr. Johan Harlan, Ssi, Msi menyebutkan, seminar merupakan kegiatan rutin dari Program Diploma III Kebidanan. Seminar dengan topik kanker serviks memang kerap diberikan dimana – mana namun tetap belum bisa mencakup masyarakat secara luas.

“Kanker serviks perlu diketahui masyarakat banyak, bagaimana gejala, pencegahan serta pengobatannya. Kanker ini juga peru diketahui bukan oleh kaum wanita saja namun pria juga perlu tahu karena bisa saja menimpa istri dan anak kita. Kanker ini terbanyak di Indonesia karena ada 40 passien baru karena itulah perlu diketahui bagaimana pencegahannya, “ katanya.

Usai sambutan , selanjutnya giliran diberikan paparan mengenai RS. Mitra Keluarga Bekasi yang disampaikan drg. Indah Atika Indriati. Dengan slogan live, love, laughter, RS Mitra Keluarga Bekasi memberikan pelayanan spesial dan sub spesial terbatas. Dengan jumlah 97 dokter, rumah sakit ini mempunyai dokter lebih banyak dibanding rata – rata rumah sakit di Jawa Barat.

Rumah Sakit ini tersedia semua kategori besar dokter termasuk dokter umum, spesialis dokter gigi dan dokter bedah. Rumah sakit juga mempunyai 243 tempat tidur inap, 131 termasuk dikamar kelas II. Rumah sakit ini tersedia tempat tidur disemua kelas kamar, dari kelas I sampai kelas VVIP. Ada 3 jenis pelayanan yang diberikan, yaitu pelayanan medis, umum, dan pelayanan penunjang medis.

Usai paparan profil rumah sakit, sampailah pada acara inti yaitu seminar mengenai kanker serviks yang disampaikan dr. Ahmad Fajrin Priadinata­ dari RS Mitra Keluarga Bekasi. Yang menjadi moderator untuk seminar ini, Retno Ekawaty, SST.

Dokter Ahmad Fajrin Priadinata menyebutkan, “banyak yang belum tahu bahwa semua perempuan bersiko onkogenik berkembang menjadi kanker serviks, vaksin dapat diberikan kepada remaja putri dalm beberapa dosis. Konsultasi lebih lanjut dengan dokter dan efek samping yang terjadi umumnya bersifat lokal yaitu nyeri di tempat penyuntikan (lengan), “ paparnya.

Sekunder yaitu dengan deteksi dini, dapat mendeteksi sel abnormal, lesi prakanker dan kanker serviks namun tidak dapat mencegah infeksi HPV. Dengan cara papmear atau IVA (infeksi visual dengan asam asetat) untuk perempuan yang sudah aktif seksual. Perempuan lesi prakanker harus dilanjutkan dengan tata laksana yang tepat dan baik, sehingga lesi prakanker tidak berkembang menjadi kanker serviks. Usai paparan materi, selanjutnya acara banyak diisi dengan berbagai pertanyaan dari para peserta seminar.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS