Fenomena “Om Telolet Om”

Fenomena “Om Telolet Om”

327
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Di tengah hangatnya pemberitaan media massa di Indonesia yang diantaranya berisi tentang pemberitaan perampokan sadis yang terjadi di Pulomas Jakarta, terbakarnya kapal penumpang di Teluk Jakarta dan juga bencana alam di Aceh dan banjir bandang di Bima yang banyak menelan korban jiwa, harta, dan benda. Mungkin Publik di Indonesia sedikit teralihkan dengan munculnya fenomena “Om Telolet Om”.

Menurut Radar Berita Tribunnews.com, fenomena ini merupakan fenomena klakson bis di indonesia yang mendadak mendunia. Hal ini berawal dari sekelompok anak – anak di bawah usia 10 tahun di Ungaran, Semarang yang tengah menunggu bis malam lewat. Anak – anak tersebut meminta supir bus untuk membunyikan klakson telolet untuk direkam dan di unggah di media sosial. Sepertinya, inilah awal dari fenomena tersebut yang kemudian menjadi ramai, salah satunya karena dicuitkan oleh para DJ terkenal melalui Twitter.

Sopir bis akan memenuhi permintaan anak -anak ¬†itu untuk membunyikan klaksonya. Setelah mendapatkan yang diinginkanya, anak – anak pun bersorak gembira. Maka tak heran kalau saat ini sepanjang jalan yang dilewati oleh bis besar sering sekali dijumpai sekelompok anak -anak yang tak hanya berteriak ” Om Telolet Om”, bahkan sudaha sampai membuat baliho “Om telolet Om”. Ini merupakan hiburan tersendiri terutama bagi anak – anak dalam berbagai tayangan terlihat, rekaman itu menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Karena sudah menjadi begitu fenomenal, maka sekelompok komunitas anak muda di Cimahi, Bandung pun membuat game yang bernama “Om telolet Om”. Kalau membuka sosial media saat ini, maka kita akan disuguhi banyak guyonan lucu mengenai fenomena “Om telolet Om” ini. Meski begitu sebagian masyarakat banyak juga yang heran dan kurang mengerti mengapa hal ini bisa menjadi fenomena. Berawal dari permainan anak – anak pada supir dan untuk membunyikan klakson. “Om Telolet Om” mendadak jadi populer, bahkan viral di facebook pun ada tren Challenge “Om telolet Om”. Terus bagaimana pendapat mahasiswa tentang fenomena ini ? UG

Bahagia Itu Sederhana

Menurut saya fenomena “Om telolet Om” ini merupkan sebuah reposting sosial media yang massive. Awalnya memang fenomena tersebut belum booming, karena adanya media sosia fenomena tersebut menjadi sangat fenomenal terkesan begitu “wow”. Bukan hanya di negara kita sendiri, namun hingga mancannegara. Namun jika dikaitkan dengan masalah sosial, hal ini termasuk dalam fenomena sosial dan masyarakat yang membuktikan bahwa untuk “Bahagia itu sederhana”, hanya dengan berkumpul di pinggir jalan dan mendengar klakson bus sudah memberikan kebahagiaan yang luar biasa. Yang menyebabkan fenomenal adalah media sosial seperti Youtube, Facebook, instagram, WA dan lain – lain. Karena pada saat itu juga masih sibuknya pemberitaan tentang pilkada, fenomena ‘Om Telolet Om’ menjadi hiburan tersendiri. Sepertinya masyarakat indonesia juga ingin mengalihkan perhatiaanya dari pemberitaan yang berat menjadi sebuah lelucon humor. ujarnya “Gemala Santri Rosa” Sistem informasi 2014.

Memberikan Kebahagiaan pada Anak – anak

Jauh sebelum menjadi viral di media sosial, anak – anak kecil di jawa tengah memang sudah mempunyai kebiasaan itu. Menunggu bis lewat dan meminta untuk membunyikan klakson.”Namun karena diunggah di Media Sosial, fenomena tersebut menjadi viral”. Bagi anak – anak di daerah perlintasan, ini merupakan hiburan tersendiri. Dan tidak ada salahnya juga kalau para supir bus itu memberi kebahagian pada anak – anak tersebut yang bisa jadi kurang hiburan. Apalagi anak – anak itu sudah menunggu – nunggu datangnya bus malam. Mula – mula hanya berteriak lalu ada aba – aba, lalu mereka menggunakan tulisan untuk meminta supir bus untuk membunyikan klaksonya.

Yang penting disini, meski anak – anak meminta supir bus untuk membunyikan klaksonya, supir tetap fokus mengemudi ia tetap menjaga keselamatan penumpang. Begitu juga dengan anak – anak. Mereka jangan sampai terlena hingga berada di daerah yang berbahaya. Karena bagaimanapun juga Jalan Raya bukanlah tempat yang aman bagi anak – anak untuk bermain, harus ada pengawasan dari orang dewasa.

Bagi saya fenomena ini murni karena anak – anak butuh hiburan semata, dan menjadi viral karena memang masyarakat kita kerap terbawa dengan apa yang ada pada media sosial. Kalau kita lihat kebelakang sebelumnya ada fenomena Mannequin challenge dan masih ada banyak lagi. Tapi semua itu berasal dari luar indonesia, ¬†sementara “Om Telolet Om” ini asli Indonesia. Saya si setuju untuk tetap dijadikan hiburan asalakan tidak membahayakan siapapun. Karena jalan yang biasanya di lewati oleh bus – bus malam adalah Jalan Besar yang berisi oleh truk dan bis besar yang sering ngebut karena berada dalam rute antar kota.

Dunia anak – anak memang sering menciptakan kesenangan, mungkin anak – anak ini lebih baik dari pada generasi anak yang hanya bermain gudget sepanjang hari tanpa melakukan sosialisasi secara langsung dengan teman sebayanya. “Muhammad Delonix Satria” Sistem informasi 2014.

UG NEWS

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS