Tim Garuda Universitas Gunadarma Juara II Cansat Competition 2016 di Mongolia

Tim Garuda Universitas Gunadarma Juara II Cansat Competition 2016 di Mongolia

258
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Anggota Gunadarma University Aeronautics dan Robotics Division (GUARD) menoreh prestasi membanggakan di ajang internasional. Tim Garuda Universitas Gunadarma menjadi juara 2 Cansat Competition 2016 di Mongolia. Tim dari UG yang sebelumnya berhasil menjadi juara keempat pada Kompetisi Muatan Balon Atmosfer di LAPAN Garut ini memang disiapkan LAPAN untuk mengikuti kejuaraan yang diadakan oleh Asia-Pacific Space Cooperation Organizations (APSCO). Mereka pun berhasil menorehkan prestasi gemilang.

 

Bila pada Kompetisi Muatan Balon Atmosfer di LAPAN Pameungpek Garut yang menjadi TIM TESLA FUGE’S UG, maka untuk ajang internasional Kompetisi Cansat, tim yang ikut diberi nama Tim Garuda Cansat. Tim ini terdiri dari Dennis Aprilla Cristie sebagai ketua tim, Muhammad Hamzah, Heri Gustian, Tri Azis Samsudin, Budi Eka Saputra, Muhammad Rizka Muktafa dan D. Nur Fatrrochman.

Kompetisi Cansat diadakan di Ulanbator, Mongolia, Pada 22-23 September 2016.

Kompetisi yang merupakan kompetisi rancang bangun dan implementasi satelit kecil berukuran kaleng minuman standard Eropa ini diselenggarakan oleh Asia-Pacific Space Cooperation Organizations (APSCO). Kompetisi Cansat diikuti oleh 10 tim peserta yang berasal dari negara-negara anggota APSCO, yaitu Turki, Peru, Indonesia dan Mongolia. Juara pertama kompetisi ini diraih oleh Tim dari Turki. Atas keberhasilan menjadi juara 2 Cansat Competition 2016, Tim Garuda Cansat mendapat penghargaan yang diberikan oleh Rektor Universitas Gunadara pada awal Desember tahun lalu.

Pembekalan Lapan

Setelah kemenangan di Garut, Tim dari Gunadarma University Aeronautics and Robotics Divison (GUARD) ini langsung mengikuti pembekalan selama dua hari di Kantor Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat), Rancabungur, Bogor dalam persiapan menghadapi kompetisi tersebut. Pembekalan bimbingan teknis tentang ruang lingkup pembangunan satelit diberikan oleh LAPAN. Sebenarnya Universitas Gunadarma merupakan salah satu daru dua belas Perguruan Tinggi yang dipersiapkan untuk ajang tersebut.  Namun akhirnya, UG menjadi satu-satunya tim yang mewakili Indonesia pada komeptisi Cansat 2016.

Dalam kompetisi ini ketua dan anggota tim saling berbagi tugas, Dennis Aprilla Cristie fokus pada materi Programmer Ground Control System for Ground Station, Muhammad Hamzah pada Development Antenna GCS and Satelit dan Heri Gustian untuk mengontrol Computer Engineer and Control System for Payload Satelit. Sementara itu Tri Azis Samsudin kebagiah masalah Electronicas Analys System for Payload Satelit, Budi Eka Saputra untuk Design Communication Camera and Telemetry System, Muhammad Rizka Muktafa masalah Recovery and Mecanichal System for Payload Satelit dan D Nur Faturrochman untuk Design Grafik 3D for Simulation Payload.

Tentu saja kemenangan di ajang internasional tersebut membuat bangga Dr. Edi Prasetyo Wibowo selaku koordinator dan pendamping tim dan Dr Purnawarman Musa yang menjadi pembiming tim.

“Saya sangat bangga dengan prestasi internasional ini. Saya dan Pak Musa selalu memotivasi dan mencari solusi strategi kemenangan. Selain perjuangan dan kerja keras siang dan malam, semua ini juga tidak lepas dari peranan mahasiswa Esigelec yang magang di UG. Karena merekalah yang pertama kali diberi proyek roket. Ini menjadi motivasi mahasiswa UG untuk menjadi juara. Ke depan kita harus lebih baik lagi, menjadi juara pertama,” papar Dr. Eri Prasetyo Wibowo.

Komitmen dan konsisten

Beberapa anggota Tim Garuda adalah wajah0wajah yang juga ikut pada kejuaraan yang diadakan LAPAN pada tahun 2015. “Sebenarnya banyak yang tertarik untuk bergabung. Sekarang ini ada sekitar 25 mahasiswa yang aktif berlatih. Selain ada yang menjadi tim ini, ada juga yang siap diorbitkan. Untuk terus bisa bergabung di sini memang diperlukan komitmen dan konsistensi,” kata Dr. Purnawarman Musa.

Sebagai ketua tim sekaligus anggota GUARD yang paling senior, Dennisr Apilla Cristie mengaku tidak pernah bosan berkutat dengan bidang robot ini. “Karena selalu ada yang baru dan rasanya selalu senang bisa mengotak-atik dunia robot ini,” kata Dennis.

Sementara itu anggota lain, Budi Eka Saputra, juga termasuk anggota yang paling lama bergabung di GUARD. Latar belakannya yang berasal dari STM membuatny asudah menyukai bidang robotika sejak lama. “Saya bergabung di GUARD karena saya ingin terus belajar dan ingin tahu lebih banyak bidang ini,” kata mahasiswa jurusan Teknik Elektro angkatan 2013 ini.

Setelah kemenangan di Mongol itu, GUARD akan terus berbenah diri. “Masih banyak memang yang harus kita benahi. Apalagi pimpinan sudah mencanangkan dagar kita bsia terus berpartisipasi dalam ajang internasional. Jadi bukan hanya ikut dalam kejuaraan yang bersifat nasional saja. Partisipasi ini akan semakin mempertegas Universitas Gunadarma sebagai kampus yang berbasis IT,” papar Dr. Purnawarman Musa.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS