Maulvi Mohammad Ichsan “Seperti Berada di Dunia Lain”

Maulvi Mohammad Ichsan “Seperti Berada di Dunia Lain”

357
1
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Menurut Maulvi Mohammad, main basket membuatnya seperti berada di dunia lain. Ia mengaku seperti kecanduan dengan olahraga ini bahkan saat sedang sakit pun ia tetap berlatih . “Saya latihan sendiri saat sedang sakit,” kata Maulvi. Kegiatannya di olahraga basket membawa Maulvi pada sejumlah pertandingan.Kalau saat di SMP ia ikut dalam kejuaraan antar SMP antar wilayah tertentu, namun saat di SMA kompetisi yang ia ikuti merambah ke DBL (Deteksi Basket Ball League) se-Jawa Timur. “Saat di SMA, tim sekolah saya pernah menjadi juara 2 sebuah kejuaraan se-Jawa Timur,” kata alumnus SMA Trimurti Surabaya ini.

Beasiswa

Motivasi setiap orang  berbeda – beda dalam melakukan kegiatan. Dan Maulvi Mohammad Ichsan memilih untuk berkegiatan di olahraga basket karena ingin menambah berat badan. “Saya pun pun mulai berlatih basket saat di SMP dan berlanjut terus hingga sekarang. Saya seperti kecanduan dengan olahraga ini,” kata Mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2015 ini.
 Di SMA, selain bergabung dengan ekskul basket di sekolahnya,  ia juga masuk club basket SBC “show Basketball Club”. Ia pun rutin berlatih basket setiap hari, bahkan sebulan menjelang pertandingan basket, ia libur berlatih hanya pada hari Sabtu. Maulvi lahir di tangerang pada 3 Agustus  1997, sampai kelas 2 SMP ia masih tinggal di tangerang namun pindah ke Surabaya saat kelas 3 SMP mengikuti tugas orang tuanya ke kota tersebut. “Saat tamat dari SMA, orang tua saya menyuruh saya untuk kuliah di jakarta karena ada kemungkinan lagi orang tua saya akan pindah lagi ke jakarta,” ujar anak kedua dari empat bersaudara ini.

Sewaktu mendaftar kuliah di UG, ia berkesempatan untuk ikut berlatih basket dengan UKM basket UG. “Saat itulah saya mendapat info dari ketua UKM Basket UG tentang adanya beasiswa dari UG. Saya pun mendapat beasiswa dari UG dan langsung bergabung dengan UKM Basket UG begitu masuk UG,” ujar mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2015 ini. Di UKM basket UG ia berlatih sebanyak dua kali dalam seminggu setiap senin dan jumat pukul 18.00 – 20.00. Selain UKM ia pun bergabung dengan tim Fakultasnya yang berlatih setiap hari Sabtu sore. “Dan pada Kamis malam, saya ikut berlatih dengan tim gabungan fakultas yang ada di UG,” paparnya. Boleh dibilang, baginya tidak ada hari tanpa bermain basket. Selain jadwal berlatih tersebut di atas, ia pun masih bermain basket pada hari-hari atau jam-jam yang lain. “Karena kadang -kadang ada saja ajakan dari teman untuk main. Ya, saya ikut saja karena kebetulan tempat kos tidak jauh dari kampus,” tambahnya.

Walau merasa sudah candu dengan olahrga basket, namun menurut Maulvi ia tetap bisa fokus terhadap kuliahnya. “Sejak dulu tidak ada masalah dengan sekolah. dan sekarang saya tetap bisa fokus dengan kuliah saya. Ini kan hanya soal membagi waktu saja,” katanya.

Buat Speaker

 Selain membuat sehat, olahraga basket yang ia tekuni memberi manfaat lain untuknya. “Olahraga ini bisa mengatasi stres. Basket bisa meredam emosi kita sehingga kita tidak gampang stres karena punya wadah untuk melampiaskan emosi kita. Menekuni olahraga ini membuat kita tahan banting, tidak gampang menyerah. Selain itu, basket membuat kita banyak teman karena kita sering bermain basket dengan teman sesama penyuka basket,” tuturnya.

Maulvi memilih kuliah jurusan Teknik Elektro karena ia menyukai bidang ini Sang Ayah yang seorang Insinyur Elektro sepertinya yang mempengaruhi Maulvi untuk mengikuti bidang yang sama. “Ayah saya sering bercerita tentang perkerjaanya kepada anak – anaknya. Ini membuat saya jadi terinspirasi dan jadi pingin tahu tentang bidang ini.” katanya.

Selain itu ada satu peristiwa saat di SMP yang membuatnya semakin suka dengan elektro. “Pada pelajaran muatan lokal elektro, saya mendapat tugas untuk membuat speaker. Senang sekali melihat hasilnya,” kata Maulvi lagi.

Awal kuliah ia masih mendapat mata kuliah umum. “Jadi tantanganya masih belum berat,” ujar Maulvi yang ingin segera mendapat materi kuliah yang spesifik sesuai dengan jurusanya. Walau sudah demikian rupa menyuka olahraga basket, namun untuk berkarir, ia tetap ingin berkarir sesuai dengan latar belakang pendidikanya. “Saya ingin berkarir sesuai bidang saya, tapi olahraga basket tetap bisa diteruskan sebagai hobi,” tambahnya lagi.

UGNews 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

1 COMMENT

Comments are closed.