Seminar “Dukungan Intelligent System dalm Perencanaan Ruang Kota DKI Jakarta”

Seminar “Dukungan Intelligent System dalm Perencanaan Ruang Kota DKI Jakarta”

210
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.
Universitas Gunadarma menyelenggarakan Seminar dengan tema “Dukungan Intelligent System dalam Perencanaan Ruang Kota DKI Jakarta”. Selain seminar juga dilakukan penandatangan MoU antara Universitas Gunadarma dan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertahanan Pemrov DKI Jakarta. Kegiatan diselenggarakan pada Senin (17/4) di Auditorium Kampus D Depok

Pembicara Seminar adalah Benni Aguschandra, ST., MDM, Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dam Pertahanan Pemrov DKI Jakarta, Aji Setiaji, ST., MT, Kepala UPT “Jakarta Smart City” Pemrov DKI Jakarta dan Dr. Ir. Ruswandi Tahrir, MSP, dosen Universitas Gunadarma. Moderator pada seminar ini, Dr. Lintang Yuniar B,Skom., MSc.

Dalam sambutan pembukaanya wakil rektor IV Prof. Didin Mukodim mengatakan bersemangat menyambut terselenggaranya kegiatan ini karena dengan kerja sama tersebut diharapkan mahasiswa bisa magang di Dinas Cipta Karya. Mahasiswa juga juga bisa membantu Dinas Cipta Karya sehingga mahasiswa punya modal jika membuat karya tulis.

Ia berharap kerja sama tersebut bisa benar – benar berjalan karena akan banyak program studi yang bisa dilibatkan, baik itu Teknik Sipil dan Arsitek, Komputer, Teknik Mesin, Manajemen Informatika dan sebagainya.

“Saya berharap tak lama kegiatan ini benar – benar menjadi aksi nyata,” katanya.

Prof. Dr. Didin pun menjelaskan, Universitas Gunadarma sudah sering bekerja sama dengan Pemrov DKI Jakarta, baik itu Dinas Pendidikan, Bank DKI, Dinas Olaharaga dan Pemuda dan sebagainya.

“Apalagi ternyata ada alumni Gunadarma yang sekarang menjadi punggawa di Jakarta Smart City,” kata Prof Didin.

Benni Aguschandra, ST., MDM dalam sambutannya mengatakan, seminar ini merupakan langkag kecil tapi bermakna besar  dengan poroses yang cepat setelah kunjungan dari pihak Gunadarma. “Sehingga hari ini kita bisa bertemu dengan kegiatan seminar dan penandatangan MoU,” kata Benni.

Ia mengisahkan, Dinas Cipta Karya awalnya merupakan 4 dinas yang disatukan yaitu Dinas Tata Ruang, Dinas Pengawas Bangunan, Dinas Pertanahan dan Bangunan Pemda. Urusannya banyak dan semua punya masalahnya sendiri. Namun ada satu hal yang sangat penting yaitu semuanya butuh dukungan data.

Sayangnya yang didapat di lapangan masih manual. Jika perlu data, para lurah dikumpulkan, setelah itu barulah mencari data di lapangan. Maka ada delay yang menyebabkan keterlambata dalam pengambilan keputusan. Belum lagi kalo ada distorsi” ujarnya.

Padahal, katanya melanjutkan, pihaknya sangat butuh dana yang real time termasuk juga untuk pengawasan bangunan. “Sering kali ada bangunan yang dua minggu masih tanah lima minggu kemudian sudah ada gedung lima lantai,” kata Benni.

Dinasnya tahun ini membangun 800 bangunan. Namun bila terdata dengan baik kasus bangunan sekolah yang roboh bisa dicegah. Bisa diketahui siapa yang bertanggung jawab, siapa pengelola dan lain – lain. Ada sistem monitor dan sistem kolaborasinya.

Ia mengakui kekurangan SDM padahala ada 10 ribu lahan kosong yang harus ditata dengan baik. Begitu pula dengan pengawasan bangunan karena 80% bangunan yang ada di Jakarta sedikit banyak melanggar aturan, “Jadi ada informasi tentang rencana tata ruang supaya mudah diakses siapapun sehingga hanya dengan mengklik bisa diketahui pengembangan bangunan suatu wilayah tertentu, misalnya,” katanya.

            Usai sambutan, sebelum seminar dilakuan penandatangan MoU antara Universitas Gunadarma dalam hal ini oleh Rektor Universitas Gunadarma Prof. Dr. ES Margianti, SE., MM dan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertahanan Pemrov DKI Jakarta, oleh Benny Aguschandra, ST., MDM.

Usai penandatangan MoU seminar dimulai dengan pembicara pertama Benny Aguschandra, ST. MDM yang mengankat tema “Sistem Informasi Geografis dalam Penataan Tata Kota Pemrov DKI Jakarta”.

Pada kesempatan itu dijelaskan mengenai hierarki Tata Ruang Nasional dan Provinsi juga kebijakan makro dan operasionalnya, rencana pola ruang, penyebar luasan data dan informasi. Sementara itu Aji Setiaji, ST., MT mengangkat tema “Jakarta Smart City The Journey and The Future”. Jakarta SmartCity (JSC) dibangun sejak 2 tahun lalu. Tujuannya adalah bagaimana mengoptimalkan sistem Teknologi Informasi untuk meningkatkan pelayanan supaya lebih efisien dan efektif. JSC mencoba merangkum kebutuhan warga. Setelah itu, Dr. Ruswandi Tahrir memaparkan mengenai “Indonesia Menuju Kota Hijau yang Cerdas” yang diawali dengan paparan kebijakan ruang nasional dan otonomi daerah.

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS