Ario Dhanang : PANTANG MENYERAH

Ario Dhanang : PANTANG MENYERAH

293
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Taekwondo menjadi olahraga pilihan Ario Dhanang. Awalnya ia memilih olahraga tersebut karena ingin memperbaiki stamina yang sakit-sakitan. “Sejak di SMP saya menekuni Taekwondo dan berlanjut terus hingga sekarang,” kata ketua UKM Taekwondo yang juga menjadi Asisten Laboratorium Teknik Mesin Menengah ini

Ario Dhanang mengaku, sejak kecil ia rentan terhadap penyakit. Jangankan melakukan kegiatan olahraga, untuk berdiri lama sejak upacara saja ia tidak mampu bertahan lebih dari lima belas menit.
“Lebih dari lima belas menit, saya pingsan”, kata Ario Dhanang yang biasa dipanggil Dhanang ini.

Secara psikologis, fisiknya yang sejak kecil lemah, tidak membawa pengaruh yang berarti untuk dirinya. “Saya hanya menjadi kesal karena banyak dilarang untuk beraktivitas fisik”, ujarnya.

Bantuan Oksigen

Karena motivasi ingin punya stamina yang kuat itulah maka Dhanang memutuskan untuk masuk kegiatan ekskul basket di sekolahnya saat di SMP. “Awalnya ingin langsung masuk ekskul bela diri Taekwondo. Tapi olahraga bela diri membutuhkan fisik yang baik. Saya lalu memutuskan untuk masuk ke ekskul basket dulu untuk memperbaiki daya tahan dubuh saya, sebelum bergabung dengan ekskul Taekwondo”, tuturnya.

Ternyata tidak hanyan ekskul basket yang ia masuki, ia juga berlatih renang untuk beberapa waktu sampai akhirnya ia merasa sudah punya fisik yang baik untuk bergabung dengan ekskul Taekwondo.

Begitu masuk Taekwondo, ternyata ia tidak bisa dengan serta-merta ikut berlatih secara penuh. “Saat mengikuti latihan, awalnya saya harus beristirahat dulu selama lima belas menit, sebelum ikut berlatih lagi. Latihan dilakukan secara bertahap sampai akhirnya bisa berlatih dengan penuh,” kata mahasiswa kelahiran 30 Mei 1995 ini.

Tiga bulan masuk ekskul Taekwondo, ia sudah ikut pertandingan “Saya masih ingat pertandingan pertama saya, saat istirahat saya harus mendapat bantuan oksigen sebelum mulai bertanding kembali. Dan di SMA pun saya terus ikut Taekwondo dan sudah bisa berlatih secara penuh seperti atlet yang lain,” kata alumnus SMA Negeri 1 Ciawi ini.

Berawal dari motivasi ingin memperbaiki fisik, “Dhanang mengaku setelah itu ia tidak bisa lepas dari olahraga Taekwondo. “Saya jadi suka olahraga ini. Kalau awalnya karena ingin punya fisik yang kuat, setelah menekuni berapa waktu, saya pun ingin punya prestasi di olahraga ini. Saya ingin menekuninya dengan total,” paparnya.

Saat kuliah di UG, ia pun langsung bergabung dengan UKM Taekwondo. Bermulai sebagai anggota biasa, ia kemudian dipercaya sebagai Ketua UKM Taekwondo UG periode 2016/2017. Ini amanah, walau sebenarnya saya tidak ingin menjadi ketua. Karena sebagai ketua, saya juga terkadang harus membantu pelatih yang ada untuk melatih anggota lain. Padahal saya inginnya terus bisa berlatih bersama-sama,” tutur pemegang sabuk hitam ini.

Terinspirasi Kakek

Banyak pelajaran yang ia dapat melalui olahraga ini. “Olahraga bela diri mengajarkan kita untuk mampu mengontrol diri. Kita diajarkan untuk bisa mencapai kemampuan melewati kemampuan yang kita miliki. Kita juga diajarkan untuk semangat pantang menyerah. Karena dalam bertanding, kita tidak boleh menyerah. Menang kalah tidak menjadi masalah, yang penting harus total sampai akhir,” tuturnya lagi.

UKM Taekwondo UG berlatih di Sport Center Kampus H setiap Senin dan Kamis pada sore sampai malam hari. Beberapa prestasi yang pernah dirasi anggota UKM olahraga ini diantaranya, Juara 3 dan Juara 2 Telkom Championship atas nama Fasha Ariyanti dan Verani. Dhanang sendiri pernah menjadi juara 2 FE UI Cup dan mengikuti seleksi Kejurda DKI sampai semi final.

Dhanang memilih kuliah di jurusan Teknik Mesin karena terinspirasi kakeknya. Orangtuanya sering bercerita tentang aktivitas sang kakek yang memiliki bengkel. Begitu intensnya cerita tersebut sehingga membuatnya sudah tertarik dengan masalah mesin saat di SMP. “Saya lalu memilih kuliah di UG karena melihat akreditasinya”, kata mahasiswa jurusan Teknik Mesin angkatan 2013 ini.

Sejak awal tahun 2016,Dhanang menjadi Asisten Laboratorium Teknik Mesin Menengah. Menjadi Asisten Laboratorium merupakan tantangan baru baginya. “Ini aktivitas di bidang pelajaran yang saya suka. Karena saya suka, jadinya saya ingin tahu lebih banyak. Mengajar kan berarti juga belajar,” katanya.

Hal lain yang ia suka sebagai Asisten Laboratorium adalah, “Saya bisa berbagi ilmu dengan sesama asisten, terutama dengan para senior,” ujarnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS