Siti Holilah, ST dan Mutia Kartika Chandra, ST. : Satu Paket

Siti Holilah, ST dan Mutia Kartika Chandra, ST. : Satu Paket

216
0
SHARE
satu paket
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ini cerita unik tentang sebuah persahabatan. Persahabatan antara Siti Holilah, ST dan Mutia Kartika Chandra, ST. Keduanya saat ini bertugas sebagai Penanggung Jawab (PJ) Attenden, Customer Service, layanan khusus i-Lab di Kampus H. Keduanya bertugas sejak Agustus tahun lalu. Namun sebelum menjadi PJ Attendent mereka berdua awalnya menjadi  asisten lapangan di laboratorium tersebut.

“Sebulan menjadi asisten, pihak kampus membutuhkan mahasiswa tingkat akhir yang akan bertugas sebagai PJ Attenden. Kebetulan saat itu kami berdua memang sudah tidak sibuk kuliah lagi, sedang menunggu jadwal sidang saja. Kami berdua pun akhirnya mengisi lowongan tersebut,” kata Siti Holilah, ST, yang biasa dipanggil Olil itu.

Mereka berdua pun bersama-sama bertugas di i-Lab sejak Senin-Sabtu, mulai pukul 08.00-16.00 untuk pelayanan. Mereka tetap berjaga hingga pukul 18.00 sampai praktikum regular berakhir. “Hari Sabtu memang tidak ada pelayanan,
tapi kami tetap berjaga karena praktikum regular tetap ada,” kata Mutia.

Kebersamaa mereka berdua ternyata bukan baru terjalin saat bertugas di i-Lab saja. Mereka sudah bersama sejak masih di SMP dan di SMA. “Saat di SMP saya dan Mutia satu kelas, begitu juga saat di SMA,” kata Olil. “Kebetulan juga kami berasal dari satu daerah, yakni Tangerang, cuma lain desa.”

Olil dan Mutia mengaku, mereka berdua tidak pernah “janjian”
sebelumnya untuk kuliah di UG. “Tapi walau tidak janjian, kami
sama-sama tahu, UG menjadi Perguran Tinggi Swasta pilihan kami. Saat mendaftar di UG, ternyata pilihan jurusan pun sama, yakni Teknik Informatika. Dan begitu mulai kuliah, kami berdua
memutuskan untuk satu tempat kos,” tutur Mutia.

Saat kuliah di tahun pertama, alumni SMA Negeri 19 Kabupaten Tangerang ini sempat berbeda kelas. Namun tahun berikutnya dan untuk seterusnya sampai 3 tahun lamanya, mereka kembali
bersama-sama dalam satu kelas. Baik Olil maupun Mutia mengaku pernah ikut tes untuk menjadi Asisten Laboratorium di beberapa laboratorium yang ada di kampus. “Tapi tidak pernah berhasil,” kata Olil.

Saat tengah menunggu sidang, mereka berdua mendapat informasi adanya lowongan sebagai Asisten di iLab. “Saya lalu mengajak Olil untuk ikut tes dan diterima. Ikut tes sendiri-sendiri, tidak pernah masuk, begitu tes berdua
malah diterima,” tambah Mutia.

Mutia menambahkan, selagi menunggu jadwal sidang ia memang ingin mencari kesibukan yang bisa memberinya pengalaman berharga dengan waktu yang fleksibel. “Dan yang paling pas, ya menjadi Asisten laboratorium,” katanya.

Karena sudah bersama-sama sejak di SMP, saat menjadi asisten pun mereka harus bersama pula. Sepertinya mereka memang sudah paket. Olil dan Mutia tentu saja merasa senang bisa bertugas bersama seorang sahabat. “Kami sudah sangat mengenal satu sama lain. Ini membuat tugas kami menjadi lebih ringan,” ujar Olil.

Fasilitas  i-lab hanya berada di Kampus H. Karena itulah mereka berdua harus memberikan pelayanan terkait praktikum i-Lab untuk mahasiswa UG dari semua fakultas yang ada d UG. Mereka harus memberikan informasi yang dibutuhkan mahasiswa tentang praktikum i-Lab, termasuk jadwal praktikum.

“Kami harus melakukan input namanama mahasiwa yang ikut jadwal praktikum tertentu untuk setiap kelas dan juga melakukan trouble shooting, harus bisa menangani jika terjadi masalah pada komputer.

Bertugas sebagai PJ memberi banyak pengalaman untuk mereka. “Senang sekali di saat menunggu sidang kami bisa mendapat tugas yang bermanfaat dan menghasilkan. Tugas
yang memberi banyak pengalaman berharga,” kata Olil.

Mutia menambahkan, “Begitu banyak mahasiswa yang harus
dilayani, kami harus bisa memberikan pelayanan kepada mereka yang punya berbagai karakter. Kami berdua jadi lebih sabar. Banyaknya mahasiswa yang membutuhkan pelayanan di i-Lab ini, membuat kami tidak pernah merasa jenuh dengan tugas
ini.”

Terus bersama-sama sejak masih di SMP, tentunya keakraban yang terjalin bukan lagi hanya antara mereka berdua. Pastinya kedua keluarga mereka juga saling kenal dan dekat pula.

“Orang tua kami sudah saling kenal saat mereka masih belum menikah. Sebelum menikah orang tua kami satu kampung. Jadi saat masih muda, mereka memang sudah menjadi teman main,”
kata Olil dan Mutia. Benar-benar unik!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS