Veronika Dina Maryani : Mendapat Paket Lengkap

Veronika Dina Maryani : Mendapat Paket Lengkap

213
0
SHARE
Kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma membuat dirinya seperti mendapat paket lengkap. “Karena saya tidak hanya mendapat materi tentang komunikasi, namun juga ekonomi, hukum dan juga materi tentang media TV, Radio dan Fotografi. Saya mendapatkan apa yang saya suka,” kata Veronika Dina Maryani, Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMIKOM) periode 2016-2017 ini.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Veronika Dina Maryani mengaku di dalam dirinya sama sekali tidak ada jiwa science. Ia sangat suka berinteraksi dengan orang lain karena itulah ia pun memutuskan untuk kuliah di jurusan ilmu komunikasi begitu lulus dari SMA pada tahun 2014. “Dan berkomunikasi itu merupakan salah satu syarat dari interaksi sosial. Karena itu saya ingin mempelajari bagaimana berkomunikasi dengan baik,” kata alumnus SMA Negeri 2 Kuningan ini.

Lebih intens

Menurut Vero, demikian panggilan akrab gadis kelahiran Kuningan, 17 Desember 1995 ini, ia sebenarnya juga suka dengan bidang hukum dan politik, namun dorongan untuk masuk ke jurusan komunikasi lebih kuat.

“Saya suka sekali nonton acara Mata Najwa dan termotivasi ingin seperti dia. Papa juga suka dengan acara itu sampai pernah bilang pingin anaknya seperti dia. Dan saya pun seperti terdorong ingin juga mewujudkan harapan papa,” ujar anak kedua dari dua bersaudara ini.

Begitu kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi UG, “Saya tidak hanya mendapat materi tentang komunikasi, namun juga ekonomi, hukum dan juga materi tentang media TV, Radio dan Fotografi. Saya mendapatkan apa yang saya suka. Jadi kuliah di UG saya seperti mendapat paket lengkap,” paparnya

Setelah kuliah selama beberapa waktu, Vero yang kini tengah kuliah di semester enam mengaku banyak perubahan dalam dirinya, terutama menyangkut cara dirinya  berkomunikasi, selain pola pikirnya.

“Dulu boleh dibilang kalau ngomong saya blak-blakan, langsung tanpa basa basi. Seperti tidak ada filter. Tapi sekarang saya sudah bisa menahan diri. Sekarang saya pun jadi tahu bagaimana cara berkomunikasi secara personal maupun berbicara di depan banyak orang,” tuturnya.

Vero menambahkan, selain itu ia juga jadi tahu bagaimana mengoperasikan kamera  serta bersikap di depan kamera. “Saya pun ingin lebih intens lagi mempelajari cara berkomunikasi secara personal, terutama dengan temanteman di HIMIKOM. Kalau komunikasi bisa terjalin dengan maksimal,tentunya jalannya himpunan akan juga maksimal,” tuturnya

Ketua OSIS

Bicara HIMIKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi),  Vero memang sudah aktif di HIMIKOM sejak tahun 2015. Begitu bergabung di himpunan tersebut, ia langsung dipercaya menjadi Ketua Divisi Penelitian dan Pengembangan. Dan pada tahun berikutnya ia dipilih menjadi ketua HIMIKOM periode 2016-2017. “Kepengurusan periode tersebut dilantik pada 20 Oktober 2016. HIMIKOM sendiri sudah berdiri sejak 25 Januari 2014,” katanya.

Vero memang suka berorganisasi. “Saat di SMP saya pernah menjadi ketua OSIS sementara di SMA saya dipercaya sebagai Bendahara dan Sekretaris Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Begitu kuliah, saya memang sudah berniat akan aktif di Organisasi di kampus karena itu saya langsung bergabung dengan himpunan,” ujar Vero yang saat di SD selalu menjadi ketua kelas selama enam tahun.

Sebagai ketua, ia belajar bagaimana memenej organisasi dan mengatasi konflik. “Sebagai ketua saya juga belajar bagaimana menyatukan persepsi setiap anggota. Dan yang paling penting, berorganisasi membuat kita bisa memperbanyak jaringan,” paparnya.

Di bawah kepemimpinannya beberapa kegiatan sudah terselenggara. Namun yang belum lama terselengara, Festival Komunikasi yang belum lama berlangsung. Menurut Vero, kegiatan Festival Komunikasi ini merupakan kegiatan besar yang terdiri dari beberapa rangkaian acara seperti lomba, Bazar, seminar dan talkshow. Selama lima bulan HIMIKOM mempersiapkan acara tersebut.

“Dan puji Tuhan acaranya berjalan lancar,” kata Vero merasa bersyukur. “Hanya saja saya merasa sedikit menyesal karena dari  400 peserta yang mendaftar, hanya 350 peserta yang bisa ikut karena terbatasnya tempat. Mudahmudahan pada penyelenggaraan  tahun depan, semuanya bisa ikut serta.”

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS