Dr. Armaini Akhirson – Menyiapkan Lulusan Pariwisata yang Mampu Menerapkan Teknologi

Dr. Armaini Akhirson – Menyiapkan Lulusan Pariwisata yang Mampu Menerapkan Teknologi

198
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Sejak tahun lalu Universitas Gunadarma membuka Program Studi Pariwisata yang berada di bawah  aungan Fakultas Sastra Universitas Gunadarma. Dan Dr. Armaini Akhirson, SE., MMA adalah sosok yang  mendapat amanah sebagai Kaprodi Pariwisata. Lulusan Prodi Pariwisata yang diinginkan Universitas  Gunadarma adalah sarjana yang mampu mengembangkan dan menerapkan Teknologi Informasi

Pada awalnya Dr. Armaini mengaku merasa kaget ketika mendapat tugas sebagai Ketua Program Studi Pariwisata. “Tapi akhirnya saya paham, setelah tahu kalau Universitas Gunadarma akan membuka  Beberapa prodi baru termasuk Pariwisata,” katanya.

Dunia pariwisata sebenarnya rupanya bukan hal yang baru bagi Universitas Gunadarma dan juga bagi Dr Armaini. Tahun 1993, Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma yang kala itu masih bernama STIE Gunadarma pernah diminta dan dipercaya oleh Diknas untuk menyelenggarakan perkuliahan S1 Pariwisata dengan jumlah mahasiswa kala itu sebanyak 19 orang.

Namun mahasiswa yang ikut program S1 di Gunadarma tersebut merupakan pimpinan Akademi Pariwisata di sekitar Jakarta yang harus kuliah kembali terkait dengan aturan bahwa pengajar Akademi Pariwisata juga harus berjenjang S1.

“Mereka pun lanjut kuliah selama 4 semester dan tahun 1995 mereka lulus S1 dari Gunadarma. Mungkin kerja samanya sudah selesai, maka Program Pariwisata tersebut tidak ada lagi. “Nah sekarang ini malah dibuka Program Studi Pariwisata,” katanya seraya tersenyum.

Dua peminatan

Prodi Pariwisata Universitas Gunadarma dibuka dengan 2 peminatan atau konsentrasi yaitu Hospitality (Perhotelan) dan Destinasi (Tujuan Wisata). Armaini sendiri adalah lulusan S1 Fakultas Ekonomi  Universitas Lampung, S2 dari Agribinis IPB serta S3 dari Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Gunadarma. Menurutnya amanah yang diberikan kepadanya, membawa tanggungjawab tersendiri.

Ia menambahkan, pembentukan Prodi Pariwisata ini tidak lepas dari arahan pimpinan Universitas Gunadarma dan kerja keras Tim Rektorat. “Pekerjaan pertama sebagai Kaprodi Pariwisata cukup berat yaitu mencari tenaga pengajar tetap pariwisata,” ujarnya.

Yang menjadi masalah, tenaga pengajar pariwisata belum memiliki home base, termasuk dari kalangan professional. Dan syarat lainyang harus dimiliki, minimal S2 Pariwisata. “Alhamdulillah akhirnya bisa bergabung juga teman- teman baru kita dari Pariwisata sebanyak 11 orang,” katanya dengan lega.

Sebagai Prodi baru, tugas lain muncul yaitu menyusun kurikulum, RPS materi ajar, laboratorium dapur, restoran dan lain-lain. Dan Armaini pun bersyukur atas kerja sama yang terjalin antara Tim Dosen Prodi Pariwisata dan juga Tim Rektorat sehingga semua yang direncanakan dapat selesai. “Sehingga Universitas Gunadarma pun sudah siap menerima mahasiswa baru pariwisata,” katanya berbinar.

Bagi Armaini kepercayaan ini merupakan tantangan. “Kesulitan atau kendala relatif tidak ada karena dari awal kami didukung oleh Tim Rektorat,” ujarnya. “Kini tak terasa sudah lebih dari 9 bulan Prodi ini berjalan dan sekarang sudah memasuki Semester 2.”

Selama lebih dari 9 bulan keberadaannya dengan Prodi Pariwisata, ia mengambarkan sebagai waktu yang mengesankan. “Sangat menarik, menantang dan tentunya bertambah keilmuan saya tentang Pariwisata,” ujarnya.

Menurutnya, kalau diceritakan, terlalu banyak hal menarik di bidang tersebut yang baru dikenalnya. Padahal dulu saya melihat berbagai hal tersebut sebagai sesuatu yang lumrah dan biasa saja. Misalnya saja mengenai table maner atau etika makan, grooming class atau penampilan diri dan lain lain,” cetusnya.

Hal yang juga baru untuknya, soal penampilan mahasiswa. Karena akan bergelut di industri pariwisata, saat kuliah mahasiswa sudah dibiasakan harus tampil rapi. “Yang laki-laki harus nampak handsome dan yang perempuan pun harus tampil cantik. Karena itu masalah bau badan pun akan jadi masalah yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Dukungan jurusan lain

Sebagai kampus berbasis IT, urusan IT merupakan suatu hal yang melekat pada jurusan apapun di Universitas Gunadarma, termasuk Prodi Pariwisata. Ia pun menjelaskan, lulusan Prodi Pariwisata yang diinginkan Universitas Gunadarma adalah sarjana yang mampu mengembangkan dan menerapkan Teknologi Informasi seperti e-marketing, e-commerce, multimedia, video inter- aktif, e-book interaktif, virtual reality dan berbagai jenis terapan Teknologi Informasi dan Komputer yang dapat dimanfaatkan untuk promosi, edukasi publik, praktik dan pelestarian objek wisata secara online. Tentunya keunggulan ini tak akan bisa terwujud tanpa dukungan jurusan lain seperti Jurusan Sistem Informasi, Jurusan Teknik Informatika dan Jurusan Sistem Komputer. “Dan tentunya program studi lain yang relevan yang semuanya kami realisasikan dalam kurikulum Pariwisata,” katanya.

Selama 9 bulan keberadaannya, sudah banyak kegiatan yang dilakukan Prodi Pariwisata. Misalnya menyelenggarakan Seminar Pariwisata “Pertumbuhan Pariwisata Indonesia” yang didukung oleh pembicara dari Kemen terian Pariwisata Republik Indonesia. Selain itu ada Rapat Kerja Prodi Pariwisata 2016/2017 yaitu kegiatan rapat kerja yang dilakukan untuk menyusun program kerja Prodi Pariwisata selama 1 tahun, serta menyusun struktur organisasi internal demi kelancaran dan kemajuan Prodi Pariwisata Universitas Gunadarma.

Armaini memaparkan, Prodi Pariwisata bersama 2 Prodi baru lainnya yaitu Prodi Agroteknologi dan  prodi Ekonomi Syariah sudah menyelenggarakan kegiatan orientasi mahasiswa Prodi Pariwisata sekaligus pemasangan scraf bagi para mahasiswanya. Mahasiswa diberi bekal mengenai dunia perguruan tinggi khususnya Universitas Gunadarma.

“Agar mahasiswa juga punya bekal kesiapan, menjadikan lebih mandiri, menghadirkan kekompakan sesama prodi baru agar terlahir sebagai insane yang profesional.” paparnya.

Prodi Pariwisata juga berpartisipasi dalam kegiatan Tasyakuran di Cikalong. Dan yang baru terlaksana  adalah kegiatan studi banding dan mandiri untuk mengetahui lebih dalam mengenai prodi pada universitas lain, yakni; bagaimana suasana kampus, tinjauan sistem akademis dan budaya perkuliahan.Kegiatan studi ini dilakukan dengan mengunjungi 4 sekolah Tinggi Pariwisata yaitu; Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua, Bali, Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional, Prodi Bisnis Perhotelan (Podomoro University) dan Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS