Ramadhan dan Kemenangan (Oleh Hamzah Asadullah)

Ramadhan dan Kemenangan (Oleh Hamzah Asadullah)

149
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Di balik semua yang telah dijalani selama satu bulan lamanya menjalani ibadah puasa ini, ada evaluasi besar untuk diri kita, kita harus tetap menjaga komitmen dalam beribadah seperti apa yang sudah dilakukan pada bulan Ramadhan. Sudah semestinya ketika bulan Ramadhan ibadah kita meningkat, amalan kita bertambah, dan  kesabaran kita teruji. Menjadi sebuah pertanyaan besar ketika kita sudah melewati bulan Ramadhan, apakah hal yang dilakukan pada bulan itu akan tetap bertahan, meningkat atau malah menurun secara drastis ?

Apakah ada yang kita dapat dari hikmah puasa yang bakal kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita setelah Ramadhan? Apakah puasa kita kali ini tidak jauh beda dengan puasa-puasa sebelumnya? Bagaimana kehidupan kita setelah puasa berakhir? Adakah hal baru yang akan kita jalani sebagai hikmah Ramadhan? Apakah segala sesuatunya lebih baik dari sebelum kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan? Akankah kita seperti tayangan di televisi selama bulan Ramadhan yang berlomba-lomba menayangkan acara religious, tetapi setelah semua berlalu kembali seperti sebelumnya ?

Ramadhan memang sebuah momentum bersama dalam berbuat kebaikan dan peningkatan ibadah. Bulan Ramadhan juga sebenarnya menjadi pembelajaran atau latihan sejati kita untuk melewati bulan-bulan setelahnya sampai kita bertemu dengan bulan Ramadhan kembali.

Setelah melewati bulan Ramadhan, kita akan merasakan sebuah kemenangan menyusul hadirnya bulan syawal yang menandakan hari lebaran telah tiba. Kita merasa mendapatkan kemenangan setelah berhasil melawan hawa nafsu dan menahan rasa lapar. Tetapi, kemenangan yang dimaksud tidak terbatas hanya dengan hal tersebut. Kemenangan yang didapat itu mempunyai banyak makna.

Pertama, kemenangan itu bukanlah karena kita mengalahkan orang lain, melainkan mengalahkan apa yang ada di dalam diri kita. Kedua, kemenangan itu bisa kita pahami sebagai keberhasilan kita dalam meraih sesuatu yang baru pada bulan Ramadhan. Hal ini berarti terjadi perubahan pada diri kita, berubah dari  kondisi sebelumnya.

Makna ketiga, kemenangan itu bermakna ketika pembelajaran yang kita dapat pada bulan Ramadhan berhasil diimplementasikan ke bulan-bulan setelahnya, sampai Ramadhan itu kembali datang. Makna keempat, kemenangan itu bisa didapat ketika kita menjadi pribadi yang lebih baik. Sikap dan perilaku ketika bulan Ramadhan tidak berubah ketika bulan Ramadhan telah dilewati.

Keempat hal tentang kemenangan inilah yang kebanyakan dari kita belum bisa diraih. Bahkan bukan kemenangan yang kita dapat melainkan sebuah kekalahan. Kitalah yang menjadi penentu utama bagaimana kita mengambil hikmah Ramadhan dalam konteks upaya kita dalam meraih kemenangan.

Ajaran Islam tentu sudah punya tuntunan sebagaimana terkandung dalam Al Quran dan Sunnah Rasul. Tinggal kita yang menentukan untuk memilih mana yang terbaik buat kehidupan kita. Pilihan tersebut tentu banyak ditentukan dari referensi yang kita gunakan. Mudah-mudahan referensi atau acuan tersebut benar-benar sesuai tuntunan Al Quran dan Sunnah.

Semoga kita benar-benar menjadi orang yang meraih kemenangan, sehingga kita menjadi Fitri dan menjadi insan yang lebih baik setelah kita melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan ini. [Penulis adalah Ketua UKM Fajrul Islam Periode 2016/2017]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS