Ujian Praktikum Mata Kuliah Apresiasi Sastra

Ujian Praktikum Mata Kuliah Apresiasi Sastra

184
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ada suasana berbeda di Auditorium Kampus D Gedung 4 Lantai 6 Universitas Gunadarma beberapa waktu yang lalu. Para mahasiswa tampak berdandan ala pemain teater. Hari ini itu memang ada 21 grup yang akan  menampilkan karya sastrawan dunia. Para mahasiswa tersebut tampak serius menampilkan dramatisasi puisi dengan setting yang diatur sedemikian rupa dengan tata cahaya yang juga disesuaikan dengan suasana.

Pengaturan intensitas cahaya pun dilakukan sesuai dengan tuntutan dramatisasinya. Kostum pun demikian. Yang digunakan adalah kostum panggung begitu juga make up dan musiknya, di antaranya musik hidup yang ditampilkan seperti gitar, suling dan lain sebagainya.

Fakultas Sastra Universitas Gunadarma saat itu memang sedang menyelenggarakan ujian praktikum Mata Kuliah Apresiasi Sastra. Peserta terdiri dari 5 kelas di mana setiap kelas terdiri dari 4-5 grup. Seluruhnya ada 21 grup penampil.

“Jadi bersifat wajib untuk  semester 4,” kata Eva Nurfatimah, SS., MHum, staf di Laboratorium Sastra Universitas Gunadarma.

Materi yang diujikan adalah strory telling, yaitu bagaimana bertutur sesuai emosinya, dramatisas puisi, yaitu puisi yang didramatisasikan. Misalnya bila tentang cinta, bisa ada adegan mesra, lalu ada pula musikalisasi puisi, yaitu puisi yang dinyanyikan atau dilagukan atau dibawakan dengan latar belakang musik sehingga tensi pembacaannya terkait erat dengan emosi musiknya.

Menurut Eva, tujuan kegiatan ini selain merupakan bagian dari praktikum wajib, juga agar mahasiswa bisa menghormati karya satra. Karena mahasiswa Jurusan Sastra harus paham dan mengenal karya sastra. Untuk lebih menyemangati peserta penampil juga diadakan penilaian untuk the best.

The best setting and property artinya setting menunjukkan waktu dan tempat kejadian. Bila ada di rumah, rumah yang seperti apa, dari kalangan mana dan sebagainya. Properti seperti meja, lemari yang ada di dalam rumah itu ada persesuaian antara setting properti dengan naskah dramatisasi yang dibawakannya.

Penilaian The best Costum, mengenai, apakah ada persesuaian antara kostum yang digunakan dengan naskah ceritanya. Misalnya yang menunjukkan zaman kolonial, tentu bajunya pun harus sesuai dengan zaman tersebut. Sedang The Best Concept menyangkut perencanaan penyutradaraan. Bisa saja cerita yang diadopsi suatu zaman tertentu. Lalu Penilaian The Best Make Up terdiri dari Male Performer dan Female Performer. Karena make up menggambarkan status sosial, usia peran tersebut.

Male Performer terbagi jadi Male Performer of Musical Poetry, Dramatically Poetry dan Story Telling. Untuk Female Performer pun terbagi sama. Bertindak sebagai juri, adalah Dosen Mata Kuliah Apresiasi Sastra, Sunarti Tambunan, MSas.

Pada semester 7, para mahasiswa juga akan diajarkan pengkajian drama Bahasa Inggris di antaranya diajarkan bagaimana bermain drama sekaligus dengan manajemen produksinya yang meliputi masalah budgeting, pemasaran dan kemasan.

Untuk semester 7 biasanya diadakan di panggung Teater Bulungan Jakarta Selatan. Hal ini dilakukan agar tampak lebih serius dan di tempat yang memang semestinya digunakan untuk pertunjukan teater. Selain itu, hal tersebut juga dilakukan agar ada interaksi dengan komunitas penonton teater lainnya di luar Kampus Gunadarma.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS