Muthi Ashriyanti : Tidak Salah Pilih

Muthi Ashriyanti : Tidak Salah Pilih

136
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Urung masuk Fakultas Kedokteran, Muthi Ashriyanti memilih kuliah di Jurusan Psikologi. “Sama-sama berhubungan dengan masalah kesehatan. Yang satu kesehatan fisik, yang satu lagi kesehatan jiwa. Apalagi di jurusan psikologi ini saya juga mendapat materi kuliah tentang faal. Saya juga belajar tentang perilaku manusia yang dilihat dari struktur otak dari neuron yang saling berhubungan. Selain itu, saya juga mendapat mata kuliah psikologi  klinis yang saya sukai,” tutur mahasiswa Jurusan Psikologi angkatan 2013 ini.

Begitu mulai kuliah, alumnus SMA Negeri 2 Krakatau Steel Cilegon ini langsung merasa tidak salah pilih jurusan. “Saya langsung suka dengan materi kuliah yang saya dapat,” kata mahasiswa kelahiran  Serang 9 Agustus 1995 ini.

Muthi mengaku, ia baru aktif berorganisasi sejak kuliah. Saat SMA, ia tidak tertarik untuk berorganisasi. “Saat SMA saya tahunya cuma belajar. Boleh dibilang saat itu saya tidak suka berhubungan dengan orang lain,” katanya. “Begitu kuliah, saya pun pingin tahu gimana rasanya aktif di organisasi.”

Di kampus, Muthi yang juga suka dengan mata kuliah Psikologi Sosial dan Psikologi Perkembangan ini aktif di BEM Fakultas Psikologi, Ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Departemen Pendidikan periode 2016/2017. Namun begitu, ia baru bergabung di BEM di tahun keempat masa kuliahnya karena sebelumnya ia banyak beraktivitas di luar kampus.

Tahun 2015, Muthi ikut menjadi volunteer Earth Hour Depok (EHD) yang merupakan kampanye inisiatif publik, merayakan gaya hidup hemat energi. Ia menjadi pengurus di divsi PSDM di EHD. “Selain itu, saya juga bergabung dengan Young On Top Depok, yaitu komunitas pengembangan anak muda yang bertujuan memotivasi anak muda agar meraih sukses di usia muda, tanpa menunggu tua. Saya menjadi sekretaris II di sana,” ujarnya.

Kegiatannya yang tidak sedikit itu, tidak membuat prestasi akademiknya buruk. Terbukti Muthi pernah mendapat beasiswa BPPA dan BPP-PPA di tahun 2015 dn 2016. Ia juga pernah mendapat beasiswa belajar Bahas Perancis di Euro Management Menteng atas keterlibatannya sebagai Volunteer Gerakan Indonesia 2030: Sejuta di Jantung Dunia di mana volunteer berhak belajar bahasa asing. “Saya pun belajar bahasa Perancis sampai level A1,” tambah Muthi.

Begitu menginjak tahun keempat masa kuliahnya, Muthi memutuskan untuk menghentikan kegiatannya di luar kampus karena ingin fokus menyelesaikan skripsinya. Namun karena sudah terbiasa mempunyai kegiatan yang padat, ia tidak ingin waktunya hanya terpakai untuk kuliah saja. Ia tetap ingin berkegiatan, namun memilih bergbung dengan organisasi yang ada di kampus. “Karena itulah saya bergabung dengan BEM,” kata Muthi yang sudah lebih dari setahun belakangan bekerja sebagai freelancer Auditor di Yogrt App.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS