Andi Nur Rahma : Setelah Sepuluh Tahun

Andi Nur Rahma : Setelah Sepuluh Tahun

262
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kegiatan FTSP Week 2017 berakhir pada pertengahan bulan lalu. Sejumlah rangkaian kegiatan yang dikemas berupa Seminar Nasional, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Sketsa Nasional serta Lomba Mural dan Pameran, berlangsung sukses. Hal ini tentu saja sangat disyukuri Andi Nur Rahma yang menjadi ketua pelaksana kegiatan tersebut.

“Persiapan acara ini sendiri sudah berlangsung sejak Januari. Namun secara intensip persiapan dilakukan dua minggu menjelang acara,” kata Rahma.

FTSP Week 2017 adalah kegiatan yang diadakan oleh BEM Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan kepengurusan periode 2016/2017 setelah kegiatan ini terhenti pelaksanaannya di tahun 2007. “Sebelumnya kegiatan ini rutin berlangsung setiap tahun. Namun karena sesuatu hal, terakhir dilaksanakan pada 2007,” kata mahasiswa Jurusan Teknik Sipil angkatan 2014 ini.

Rahma yang menjadi Wakil Ketua BEM FTSP mengatakan, awalnya para pengurus BEM ingin mengadakan kegiatan yang melibatkan dua jurusan yang ada di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, yaitu jurusan Teknik Sipil dan Arsitektur. “Lalu oleh Wakil Dekan kami diberi usul untuk menghidupkan kembali kegiatan FTSP Week ini,” tambah Alumnus SMA Izada ini. “Karena itulah lahirlah kegiatan FTSP Week 2017 ini yang
merupakan kegiatan yang menggabungkan antara akademis dan kreativitas.”

Rahma mengaku bersyukur karena feedback yang diterima dari penyelenggaraan kegiatan ini positif. “Penyelenggaraan kegiatan ini semakin membuat kami sadar, kalau ternyata banyak potensi yang dimiliki para mahasiswa, khususnya mahasiswa di FTSP. Selain itu kami para mahasiswa pun menjadi bersemangat untuk mengejar prestasi agar bisa eksis sebagai mahasiswa karena ada wadah yang bisa menampung aspirasi kami yaitu BEM FTSP,” tutur mahasiswa kelahiran Kendari, 4 Februari 1996 ini.

Rahma sendiri memilih kuliah di jurusan teknik sipil karena ayah dan keluarga besarnya memang banyak yang lulusan jurusan ini. “Hal ini juga menjadi salah satu alasan saya memilih jurusan ini sebagai salah satu pilihan,” ujarnya. “Selain itu saya lihat, lulusan jurusan ini akan terus dibutuhkan karena Indonesia akan terus membangun.”

Tentu saja mempunyai keluarga yang juga berada di bidang yang sama merupakan keuntungan tersendiri bagi Rahma “Ada tempat untuk bertanya. Selain itu, saya jadi tahu proses yang harus saya jalani dalam mengikuti perkuliahan,” kata Rahma yang di angkatannya hanya ada sepuluh persen perempuan.

Kuliah dan aktif di organisasi tentu bukan persoalan mudah. “Masalah klasik, sedikit kewalahan dalam membagi waktu terutama di tahun ketiga ini karena kita harus mengikuti Kerja Praktik. Terkadang waktunya pun bentrok antara KP dengan
urusan organisasi. Tapi ini sudah pilihan, harus diatasi segala konsekuensinya,” ujarnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS