Istiqomah : Aktivitas yang Memberi Banyak Pelajaran

Istiqomah : Aktivitas yang Memberi Banyak Pelajaran

189
0
SHARE
istiqomah duta bahasa gunadarma
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Sejak masih di SMP, Istiqomah telah tertarik dengan bidang Sastra dan Bahasa. Ia pun berhasil meraih beberapa gelar juara dalam lomba di bidang sastra, di antaranya menjadi juara kedua lomba mendongeng tingkat SMP sekota Depok dan juara pertama membaca berita tingkat SMA sekota Depok/Jakarta. Keterlibatannya pada Komunitas Peduli Tuli membuat ia kemudian tertarik dengan Bahasa dan membawanya menjadi finalis Duta Bahasa

Mahasiswa jurusan psikologi angkatan 2013 ini mengaku semakin tertarik dengan dunia sastra sejak ia memenangkan lomba di bidang sastra yang ia ikuti. Menjadi juara pertama lomba mendongeng tingkat SMP sekota Depok dan juara pertama membaca berita tingkat SMA sekota Depok/ Jakarta, hanyalah beberapa gelar juara yang berhasil ia peroleh. Ia memang banyak mengikuti lomba sejak masih di SD, yakni lomba membaca puisi, lomba pidato, lomba membaca berita dan lomba mendongeng.

“Ada beberapa gelar juara yang saya dapatkan dari lomba yang saya ikuti. Selain juara pada lomba membaca puisi dan membaca berita, pada tahun 2016 saya juga pernah menjadi Best Talent of Reading Al-Quran pada Azzura Model Hunt Depok dan menjadi Juara 3 Kompetisi MC pada Indonesian Public Speaking Festival,” kata mahasiswa kelahiran Depok, 10 September 1995 ini. Isti, demikian ia biasa dipanggil belum lama ini juga berhasil menjadi juara pertama dalam lomba membaca puisi pada kegiatan Gelar Seni Mahasiswa Gunadarma (GSMG) yang diadakan Universitas Gunadarma. Ia juga mendapat gelar as student with best academic achievement Gunadarma University on ATA 2013/2014.

Alumnus SMA Negeri 6 Depok belakangan mulai menyukai pula bidang Bahasa. “Karena Bahasa kan juga terkait dengan sastra
dan komunikasi. Dan saya juga tertarik dengan komunikasi,” kata Isti yang sejak masih di SD hingga SMA sering ditugaskan sebagai protokoler petugas upacara dan menjadi MC ini.

Melalui teman, ia mendapat info tentang adanya kegiatan lomba menjadi Duta Bahasa yang diadakan oleh Kemendikbud. Kegiatan ini tepatnya diadakan oleh Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa DKI Jakarta. Dalam kegiatan ini parapeserta ditunjuk menjadi Duta dalam menyuarakan pengutamaan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik.

“Saya menjadi finalis Duta Bahasa dari 300 peserta yang masuk di mana finalnya diikuti oleh 20 finalis putera dan puteri. Final acaranya berlangsung pada 10 Mei 2017 lalu,” ujar Isti yang pernah mewakili UG dalam lomba membaca puisi pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah ini . Setelah terpilih sebagai finalis, Isti kemudian diperbolehkan mengadakan kegiatan yang ia inginkan berkaitan dengan tugasnya sebagai Duta Bahasa.

“Saya lalu memilih mengadakan kelas bahasa isyarat bersama beberapa finalis lain yang juga punya ketertarikan pada bahasa isyarat ini. Kelas bahasa isyarat ini diadakan di SMA Diponegoro I yang berada di Rawamangun Jakarta. Kegiatan ini diadakan sebelum final penobatan, jadi termasuk kegiatan yang juga mendapat penilaian juri,” papar isti

Isti memang sudah beberapa waktu bergabung dengan Komunitas Peduli Tuli, Youth for Disability. Menurut Isti, kesukaannya pada bidang Bahasa juga terpengaruh oleh keterlibatannya pada Komunitas tersebut. “Saya bergabung dengan Komunitas Peduli Tuli dan menjadi pengurus sejak tahun 2016,” ujarnya

Aktivitasnya di komunitas tersebut membuat Isti menguasai bahasa isyarat dasar. “Komunitas ini ingin berkontribusi dalam
memberikan informasi tentang adanya masyarakat yang punya keterbatasan. Kami ingin menjembatani komunikasi antara mereka yang Tuli dengan masyarakat yang lain,” kata Isti yang menekankan, istilah Tuli dengan huruf T besar lebih tepat daripada menyebut mereka dengan Tuna Rungu.

Terinspirasi kakak Isti mengaku, ia mendapat banyak pelajaran dari aktivitasnya dengan Komunitas Peduli Tuli “Mereka adalah orang-orang hebat yang tidak pernah menyesali keadaan,” ujar Isti yang sudah empat tahun belakangan dipercaya sebagai MC pada acara Wisuda UG. Ia pun menambahkan, keterbatasan mereka dalam pendengaran, justru memberi mereka kelebihan lain.

“Mereka punya kemampuan lebih dalam hal visual. Mereka banyak yang pintar dalam menggambar atau melukis. Dan mereka juga punya daya ingat yang luar biasa. Bergaul dengan mereka memberi saya banyak pela- jaran berharga. Mereka juga mengajarkan saya akan solidaritas karena mereka punya rasa solidaritas yang tinggi,” papar isti tentang kelebihan mereka yang punya keterbatasan dalam pendengaran itu.

Isti memilih kuliah di jurusan psikologi karena terinspirasi oleh sang kakak yang juga kuliah di jurusan psikologi. Ia pun mengenal dunia psikologi dari sang kakak yang sering bercerita tentang jurusan kuliahnya kepadanya. “Jadi saya sudah lama
tertarik dengan dunia psikologi,” kata anak keenam dari enam bersaudara ini.

Sekarang ini Isti tengah sibuk dengan penyelesaian skripsinya yang berjudul Kontribusi Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja pada Karyawan Bagian Marketing Perusahaan Asuransi. Ia berharap bisa menyelesaikan studinya tepat waktu. “Saya ingin bekerja sebagai news anchor, sambil meneruskan studi ke jenjang S2. Dalam jurusan psikologi kita juga diajarkan cara berkomunikasi. Dan ilmu psikologi itu bisa diterapkan di bidang apa saja, termasuk public speaking,” katanya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS