Menjadi Juara Pertama dari Tiga Lomba

Menjadi Juara Pertama dari Tiga Lomba

441
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Video karya Empat Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi menjadi juara pertama untuk tiga ajang lomba. Video dari empat sekawan yang bernama Putri Soraya Sidabutar, Ajeng Widia Rasma Dewi, Nadya Gita Asmara dan Gilang Gama Dharmawan itu menjadi juara pertama pada Festival Komunikasi 2017, Depok

Youth Festival dan pada ajang Generasi Kritis Terbuka dan Empati

(GEN KTP) yang diadakan pada bulan Mei lalu.

Keempat sekawan ini merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2015. Mereka memang suka membuat video dengan tema-tema tertentu, terutama untuk tugas kuliah. Bermula dari membuat tugas, mereka kemudian tertarik untuk mencoba mengikut sertakan karya mereka pada ajang lomba.

Saat ingin ikut lomba, awalnya mereka hanya bertiga, Putri Soraya Sida butar,Ajeng Widia Rasma Dewi dan Gilang Gama Dharmawan, yang berga- bung dalam satu tim. Namun setelah beberapa waktu proses pembuatan video berjalan, mereka merasa kewalahan dalam mengatasi masalah editing.Mereka kemudian mengajak Nadya Gita Asmara untuk bergabung.

Berbagi tugas

Nadya, mahasiswa kelahiran Bogor, 1 Mei 1997 ini memang suka melakukan editing dan membuat video. Namun di kampus, ia belum pernah bergabung dengan teman lain dalam pembuatan video, apalagi ikut serta dalam lomba. Karena itulah ia setuju begitu diajak bergabung. oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komu- nikasi pada Bulan April, menjadi ajang Mereka pun melakukan pembagian tugas, sesuai dengan minat dan kemam- puan masing-masing.

“Gilang ditunjuk sebagai Talent Conceptor, Ajeng bertanggung jawab sebagai Camera Man dan Director of Photography, Nadya selain sebagai graphy, sementara saya sebagai Camera Man dan pencari info atau data,” kata Puteri, mahasiswa kelahiran Tomok, 23 Februari 1998.

Sebelum melakukan pembagian tugas, pertama kali yang mereka lakukan setelah tim lengkap menjadi empat orang, duduk bersama untuk melakukan penyesuaian visi. Karena mereka sudah saling mengenal sejak tahun pertama, tidak ada hambatan untuk tim ini dalam berkomunikasi. “Selain dengan Gilang, saya, Puteri dan Nadya sama-sama satu kelas  saat  di tahun pertama sementara dengan Gilang baru kenal di tahun kedua.,” ujar Ajeng.

Saat video karya mereka menjadi juara pertama pada Festival Komunikasi, mereka sangat senang dan mengaku seperti mendapat energi untuk ikut serta dalam  lomba yang lain. Seperti ketagihan untuk ikut lomba lagi,” kata Gilang. Depok Youth Festival yang diadakan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun kota Depok pun menjadi ajang lomba selanjutnya yang mereka ikuti. Lomba yang diadakan di luar kampus ini diadakan pada bulan Mei.

Setelah itu pada bulan yang sama, mereka ikut pula Pada lomba berskala nasional yang diadakan oleh komunitas Generasi Krtitis Terbuka dan Empati (Gen KTP). Untuk mereka berhasil meraih gelar juara pertama Short Video

Lebih menghargai

Dari tiga ajang lomba yang mereka ikuti, mereka mengaku paling sulit ketika mereka mempersiapkan video untuk Depok Youth Festival. “Karena minimnya informasi dan agak susah dalam proses pembuatan videonya. Apalagi memutuskan untuk tidak jadi ikut karena sudah lewat deadline. Namun akhirnya bisa tetap ikut karena waktunya diper- panjang,” kata Puteri.

Keikutsertaan mereka dalam berbagai ajang lomba, memberi mereka pelajaran dan pengalaman yang berharga. “Dalam proses pembuatan video, saya banyak bertemu orang dengan berbagai kelas dan karakter,” kata Nadya.

Untuk video yang diikutsertakanpada Depok Youth Festival, “Kami jadi lebih mengenal kota Depok, lengkap dengan sejarah dan tempat wisatanya,” tambah Ajeng, mahasiswa kelahiran Rangkasbitung, 21 April 1997. Sementara itu keempatnya mengaku, dalam lomba, membuat mereka lebih menghargai video karya orang lainmembuat video itu.

“Bahkan untuk sebuah video yang berdurasi pendek pun, proses pembuatannya tidak sesederhana seperti yang kita lihat pada hasilnya,” kata Puteri. “Untuk video Depok Youth Festival, kami menghabis- kan waktu seminggu, mulai pengam- bilan gambar sampai selesai, termasuk survey dan bertemu narasumber, untuk video berdurasi 2 menit 58 detik.”

Gilang, mahasiswa kelahiran Jambi,4 Juni 1997 ini menambahkan, dalam proses pembuatan video karya mereka

yang ingin diikutsertakan dalam lomba, selain memperbanyak relasi, ia juga banyak bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi. Putri, Ajeng, Nadya dan Gilang memilih kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi karena mereka punya minat di bidang tersebut.

Rata-rata mereka sudah berhubungan dengan pembuatan video sejak SMA. Puteri mengaku bercita-cita ingin menjadi sutradara sementara Nadya sudah bergabung dengan komunitas film di SMA dan membuat video dokumenter bersama teman-temannya.

Ke depan, tim ini bersemangat akan meraih gelar juara pertama di tiga kejuaraan, kini mereka pun mendapat pembuatan video gathering sebuah bank swasta. Kami seperti mendapat bonus dari kemenangan ini,” kata Nadya.

03UGNews   Vol 14. No. 12-05 Agustus 2017

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS