Raymondo Nugroho : Meraih Dua Medali Emas pada Kejuaraan Wushu Antar Kota

Raymondo Nugroho : Meraih Dua Medali Emas pada Kejuaraan Wushu Antar Kota

175
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ia mulai menekuni olahraga wushu saat di kelas dua SMA. “Saat melihat video atlet Wushu di Indonesia saya langsung tertarik untuk belajar Wushu” kata Raymondo Nugroho.

Kegiatan Wushunya pun berlangsung terus hingga ia kuliah di jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma, dan pada invitasi dan kejuaraaan Wushu tingkat Kota Depok pada akhir september lalu, ia berhasil meraih dua medal emas.

Invitasi dan kejuaraan Wushu tingkat kota Depok yang diikuti Raymondo Nugroho, tepatnya berlangsung pada 24 September 2017 di Hall Futsal Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pada kejuaraan ini dua atlet Wushu UG berhasil meraih 3 medali di mana dua medali emas diraih Raymondo Nugroho. Modno, demikian ia biasa dipanggil meraih emas untuk dua kategori, Taiji Qan (Taiji dengan tangan kosong)dan Taiji Jian (Taiji Pedang) yang disebut Sanda. Taolu terbagi tiga pertama Taiji, yang terbagi dua, Quan dan Jian, kedua Chang quan dan ketiga Nanquan. Saya sendiri turun di nomor Taiji, sementara satu medali perak diraih Irfana yang turun di Changquan.” papar mahasiswa jurusan Sistem Informasi angkatan 2017 ini.

Sebelum menekuni Wushu, Mondo lebih dulu menekuni Taekwondo yang ia lakukan saat di SMA. Selama satu setengah tahun menekuni Taekwondo, ia kemudian beralih ke Wushu. “Saat melihat video atlet Wushu Indonesia saya langsung tertarik untuk belajar Wushu. Atlet itu main Taiji. Saya lihat keseimbangan dan kelenturannya bagus sekali”kata¬† alumnus SMA Negeri 106 Jakarta ini.
Begitu belajar wushu, mahasiswa kelahiran jakarta, 29 april 1999 ini mengaku langsung merasa cocok dengan olahraga ini, Ia memilih menekuni Taiji karena merasa cocok dengan karakternya. “Kategori mana yang akan diambil atlet Wushu, selain karena keinginan diri sendiri, juga dipengaruhi oleh gurunya” tambah Mondo

Menurut Mondo, seorang guru harus bisa memberi masukkan kepada anak didik ke kategori mana yang pas untuk karakternya. “Kita sendiri sebagai atlet juga harus mengenal karakter diri sendiri agar tidak salah mengambil kategori” ujar Mondo
Taiji sendiri, kata Mondo jarang diminati. Mungkin karena kategori ini terlihat lebih lembut dan gemulai walau lebih menguras tenaga. Bahkan untuk kejurnas yang belum lama diadakan, hanya ada 7 atlet Taiji” papar Mondo.
Pengalaman di Kejurnas

Modno mengaku sampai sekarang ia terus menekuni Wushu karena ia merasa nyaman dengan olahraga tersebut “Wushu membuat atletnya berolahraga sesuai dengan karaternya.” tambahnya.
Menekuni Wushu tentu saja banyak manfaat yang ia peroleh, terutama kesehatan. “Wushu adalah olahraga yang menghimpun energi yang bermanfaat untuk kesehatan. Selain itu olahraga ini juga meningkatkan kelenturan tubuh kita”katanya.
Begitu kuliah di UG, Mondo langsung bergabung dengan Unit kegiatan Wushu di UG. “Saya bergabung dengan Unit Kegiatan Wushu UG karena tempat latihannya berada di kampus sendiri yang nyaman”ujarnya.

Begitu kuliah di UG, Mondo sempat pula mengikuti Kejuaraan Nasional yang didakn di Semarang pada 8 – 13 September 2017. “Saya ikut karena ingin mencari pengalaman” katanya. Mondo memilih kuliah di Universitas Gunadarma karena menurutnya UG adalah Perguruan Tinggi Swasta terbaik, terutama untuk jurusan Sistem Informasinya. Selain sistem informasi, ia mengaku juga tertarik dengan bidang psikologi “Tapi akhirna saya lebih berat ke jurusan SIstem Informasi”kata Mondo tentang jurusan yang diambilnya

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS