Dr Naeli Umniati : Ilmu Allah Sangat Luas

Dr Naeli Umniati : Ilmu Allah Sangat Luas

292
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Dr. Naeli Umniati lulus sebagai Doktor Teknologi Informasi Universitas Gunadarma setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Metode Identifikasi Tanda Tangan Offline Berdasarkan Ekstraksi Fitur Global dan Lokal”. Ia pun mendapat hikmah atas kelulusannya. “Saya semakin menyadari ilmu Allah sangat luas. Yang saya pelajari sebagian kecil saja, namun sudah membuat saya cukup kepayahan,” katanya.

Penelitiannya berhasil mengembangkan dan membuat algoritma ekstraksi dan perhitungan fitur untuk identifikasi tanda tangan.

Suka dan duka meneliti memang udah terlewati dengan kelulusannya sebagai doktor. “Saya suka meneliti tema ini karena
memang tertarik sehingga saya enjoy saja menjalani penelitian ini,” katanya.

Tentu saja bukan berarti tidak ada kendala yang ia hadapi saat proses penelitiannya dilakukan. Percobaan yang ia lakukan ternyata hasilnya sempat kurang memuaskan. la menyebutnya sebagai bagian dari dukanya. “Namun Alhamdulillah semuanya ada solusinya,” ujarmya.

Kendala pun sempat berlanjut berwujud stres dan kejenuhan. Stres terutama terjadi saat mendekati deadline. la pun berusaha untuk bisa menjaga mood agar tetap bersemangat dalam menyelesaikan disertasinya.

Berganti Tema

Tanda tangan adalah teknik keamanan tertua untuk mengidentifikasikan seseorang karena setiap orang memiliki tanda tangan yang berbeda, dan setiap tanda tangan memiliki karakteristik fisiologi atau tingkah lakunya sendiri. Permasalahan dalam tandatangan offline adalah adanya inkonsistensi seseorang dalam menuliskan tanda tangan. Karena itu diperlukan pengetahuan mengenai ciri dari tanda tangan seseorang agar dapat dikenali secara tepat.

Tanda tangan sangat diperlukan bagi identifikasi seseorang untuk berbagai hal penting. “Seperti transaksi perbankan, pencairan cek, penarikan uang melalui teller dan sebagainya,” katanya. “Masalahnya, bentuk tanda tangan seseorang tidak dapat sama persis meskipun ditulis oleh orang yang sama.

Dari pengamatannya tersebut lalu muncul pertanyaan, apakah ciri karakteristik yang dapat digunakan sehingga kita dapat mengetahui identitas pemilik tanda tangan tersebut. Jika dalam sebuah basis data berisi kumpulan sampel tanda tangan, bagaimana menentukan metode yang tepat agar sistem tersebut dapat mengidentifikasikan pemilik tanda tangan dengan benar?

Saat diwisuda. ngin melanjutkan penelitian yang terkait dengan tanda tangan atau tulisan tangan

“Dari keingintahuan itulah kemudian saya memulai penelitian tentang tanda tangan ini,”ujar Naeli. Selama penyelesaian disertasinya, ia mengaku sempat berganti tema penelitian. “Proposal saya awalnya mengangkat tema tentang bagaimana
mengetahui karakteristik seseorang dari bentuk tulisan tangan. Namun saat riset lebih lanjut saya tertarik untuk fokus pada tanda tangan, katanya.

Dari penelitiannya ia berhasil mengembangkan dan membuat
algoritma ekstraksi dan perhitungan fitur untuk identifikasi tanda tangan. Tanda tangan diperoleh melalui pemindai dengan resolusi 300 dpi Terdapat 100 tanda tangan dari 100 pemilik tanda tangan. 700 tanda tangan digunakan sebagai data sampel dan 300 tanda tangan digunakan sebagai data uji.

Ia bersyukur selama penelitian yang dilaukan, ia bisa berkomunikasi dengan baik, baik dengan Promotor maupun Kopomotornya. “Mereka sangan membantu. Prof. Benny banyak memberikan bahan referensi yang berkaitan dengan penelitian saya. Sedang Dr. Tubagus dan Dr. Suryarini sangat membantu dengan memberikan pengarahan dalam pembuatan program dan penulisan disertasi ini,” tuturnya.

Belajar Hal Baru

Menurutnya banyak hal baru yang ia pelajari selama penelitannya. Saat menemui hal atau metode baru dari sebuah jurnal, hal pertama yang Ia lakukan adalah mencoba mempraktekan metode dari jurnal tersebut secara langsung. Jika menemui kesulitan ia akan berdiskusi dengan Promotor dan Kopromotornya.

Menulis disertasi tentang Identifikasi Tanda Tangan Offline. Tanda tangan adalah teknik keamanan tertua untuk mengidentifikasi seseorang.

Tantangan lain dalam proses ini, bagaiman menuangkan percobaan yang sudah dilakukan dalam bentuk tulisan yang sistematis agar dapat dipahami oleh pembaca disertasinya.

Naeli merasa sangat bersyukur dengan kelulusannya walau diakuinya lebih lambat setahun dari target awalnya. Ketika mendapat kesempatan melanjutkan studi ke Program S3, hal pertama yang dilakukannya adalah meminta pertimbangan suami dan orang tuanya. Karena sang suami kebetulan juga masih menjalani S3.

la pun bersyukur, suami dan orang tuanya memberi dukungan. “Sehingga saya merasa lebih ringan saat menjalani studi,” katanya. Menurutnya, begitu banyak orang yang berperan dengan kelulusannya. Kampus Gunadarma tentu saja menjadi institusi yang sangat berperan karena sudah memberikan kesempatan kepadanya untuk bisa studi S3. la juga menyebut rekan-rekannya di Program Doktor angkatan 14 yang saling mendukung satu sama lain. Tentu saja dukungan keluarga, suami, anak- anak dan juga orang tuanya, memberi peran yang tak kalah penting.

la pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Laboratorium Teknik Informatika dan LepKom yang telah memberi semangat dan dorongan kepadanya dalam menyelesaikan studinya. “Ucapan terima kasih juga saya tujukan kepada staf dan mahasiswa Universitas Gunadarma yang telah membantu saya dalam pengumpulan data dalam penelitian,” kata Kepala Laboratorium Dasar Jurusan Teknik Informatika ini.

Walau telah meraih gelar akademis tertinggi, ia mengutarakan keinginannya melanjutkan penelitian yang terkait dengan tanda tangan atau tulisan tangan. la pun mendapatkan hikmah atas kelulusannya. “Saya semakin menyadari ilmu Allah sangat luas. Yang saya pelajari sebagian kecil saja, namun sudah membuat saya cukup kepayahan,” katanya.

UGNews – Vol 14. No. 23 – 20 Januari 2018

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS