Prof. Jamaludin Ancok, PhD : Melanjutkan Kerja Sama

Prof. Jamaludin Ancok, PhD : Melanjutkan Kerja Sama

222
0
SHARE
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Seminar dengan tema Digital Economy: Perspective of Psychology, Economies and Information Technology yang terselenggara di Kampus Gunadarma beberapa waktu yang lalu, menghadirkan salah satu pembicara, Dr, Klas Halan Alm dari University of Boras Swedia.

Universitas Gunadarma memang menjalin kerja sama dengan kampus yang berada di Swedia tersebut, Karena itulah Dr. Klas Halan Alm hadir sebagai pembicara pada seminar tersebut.

Adalah Prof. Jamaludin Ancok, PhD, sosok yang berada di balik kerja sama antara kedua kampus tersebut. “Ini adalah salah satu ikhtiar anak bangsa agar bangsa kita lebih maju dengan berbagai upaya pencerahan,” kata Prof. Jamaludin Ancok, PhD saat hadir dalam seminar tersebut.

Guru besar yang kini menjadi Ketua Program Doktor Psikologi Universitas Gunadarma ini saat menjadi dosen di Universitas Gajah Mada dulu (UGM), pernah diundang menjadi dosen tamu di
kampus tersebut. Setelah beberapa waktu berjalan, kerja sama dengan UGM pun selesai. “Dan ketika saya bergabung di Universitas Gunadarma, kerja sama ini saya lanjutkan di sini,” ujarnya.

Menurut guru besar yang humoris yang memiliki banyak buku kajian psikologi yang menjadi best seller ini, tak ada yang berubah dalam kerja sama itu. “Dulu dengan UGM sekarang pun dengan UGM yaitu Universitas Gunadarma Margonda,” katanya bergurau.

Tentu saja kata perkataanya itu disambut tawa dan tepuk tangan yang riuh dari hadirin yang memenuhi Auditorium Kampus Gunadarma Simatupang, tempat berlangsungnya seminiar.

Bagi Prof. Ancok, pernyataan yang humoris merupakan hal penting dalam pelatihan dan seminar. Karena pada kenyataannya humor bisa memudahkan para peserta menyerap ilmu yang dipaparkannya. la memaparkan, saat ini banyak pekerjaan rumah yang harus dikaji oleh para psikolog. Dunia kini tak bisa dilepaskan dari teknologi informasi.

Beberapa negara maju yang sudah menerapkan e-Government ini membuat masyarakat sangat mudah dalam menaktivitas sehari-hari. Namun di negara kita, hal ini bisa menjadi gap yang semakin dalam antara yang berpengetahuan dan tidak karena sering dianggap menyusahkan. Ini juga menjadi pekerjaan rumah para psikolog bagaimana mengurangi gap tersebut, jalani tandasnya.

UGNews – Vol 14. No. 24 – 05 Februari 2018

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

NO COMMENTS